spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Antibiotik Pasca Operasi C-Section Untuk Mengurangi Infeksi Pada Perempuan Obesitas PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh gofar   
Monday, 25 September 2017

ImageJdokter//- Antibiotik prophylactic, pasca operasi dengan mengandung cephalexin (Keflex) dan metronidazole (Flagyl), mengurangi tingkat infeksi atau surgical site infection (SSI). Bagi perempuan obesitas pasca menjalani persalinan Cesarean.

 

30 hari setelah tindakan C-Section, Tingkat SSI sekitar 6,4% pada kelompok yang diberrikan perawatan dibanding pada kelompok placebo sekitar 15,4% (Perbandingannya 9%, 95% CI 2,9% -15%   P = 0,01). Sesuai laporan Carri Warshak, MD, dari University of Cincinnati College of Medicine di Ohio, bersama rekan-rekannya.

 

Risiko tingkat SSI berkurang sebesar 59% pada kelompok yang diberikan perawatan dibandingkan yang biasa, (RR 0,41, CI 95% 0,22-0,77,   P = 0,01), yang mereka tulis pada Journal of American Medical Association.

 

C-Section sering dilakukan di AS, menurut Team nya Warshak. Sekitar 1,3 juta dilakukan sejak tahun 2010. Penelitian sebelumnya telah menunjukan bahwa 3% - 12% dari setiap tindakan C-Section selalu muncul masalah infeksi pasca operasi, dan risiko ini di perparah dengan meningkatnya berat badan si ibu nya.

 

"Obesitas adalah faktor risiko independen untuk tingkat SSI meskipun diberikan antibiotik pra operasi. Penelitian yang terbatas telah membahas rejimen antibiotik yang optimal untuk pencegahan SSI pada perempuan obesitas," para peneliti menulis. "Berbagai kombinasi antibiotik dan durasinya pasca operasi telah dipelajari dengan mempelajari manfaat yang berlawanan, namun tidak ada penelitian yang secara khusus ditujukan pada populasi obesitas.

 

"Studi ini adalah yang pertama dari pengetahuan kami untuk mengevaluasi penggunaan program pasca operasi caesar dengan cephalexin-metronidazole untuk pencegahan Infeksi pada populasi obesitas," kata mereka. "Cephalexin dan metronidazol memiliki oral bioavailability yang tinggi dan manfaat pharmacoeconomic umumnya dapat ditoleransi dengan baik, yang mendukung kombinasi obat sebagai pilihan untuk cakupan prophylactic pascapersalinan."

 

Faktor anatomis yang terkait dengan obesitas, seperti lipatan kulit dan peningkatan tekanan dafah, atau kualitas bioaktif jaringan adipose, yang mengeluarkan hormon, chemokines, dan cytokines, mungkin ini bagian mengapa perempuan obesitas meningkatkan risiko SSI -nya, kata para peneliti.

 

Pada studi Single-center, yang mendaftarkan 403 ibu hamil dengan BMI≥ 30, dan direncanakan diberikan C-Section. Mereka didaftarkan semenjak Oktober 2010 sampai Desember 2015 dan dilanjutkan sampai Februari 2016. Usia rata-rata mereka 28 tahun dan BMI sekitar 39,7.

 

Peserta studi secara acak menerima cephalexin oral, 500mg, dan metronidazol, 500mg (n = 202), dibanding peeserta biasa (n = 201) setiap 8 jam dengan total 48 jam setelah diberikan C-Secton. Hasilnya tingkat SSI yg didefinisikan sebagai superficial incisional, deep incisional atau organ/ruang infeksi dalam 30 hari setelah C-Section.

 

Semua peserta menerima 2 g intravena cefazolin (Ancef, Kefzol) sebelum operasi, yang merupakan standar perawatan pada saat penelitian berlangsung. Tingkat SSI keseluruhan dalam penelitian ini adalah 10,9% (95% CI 7,9% -14%). Tidak ada kejadian buruk yang serius yang dilaporkan pada kelompok pengobatan atau kelompok biasa, kata para peneliti.

 

Cellulitis adalah hasil sekunder yang dikurangi secara signifikan dengan antibiotik prophylactic, kata team nya Warshak. Cellulitisterjadi pada 12 peserta (5,9%, 95% CI 2,7% -9,2%) dibandingkan dengan 27 peserta pada kelompok biasa (13,4%, 95% CI 8,9% -18,2%).  Perbedaan rata-rata adalah 7,5% (95% CI 1,7% -13,0%). Risiko relatifnya adalah 0,44 (95% CI 0,23-0,84). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perawatan dan kelompok biasa untuk hasil sekunder lainnya, termasuk tingkat incisional morbidity, demam etiologi yang tidak diketahui, pemisahan luka, atau endometritis.

 

David Calfee, MD, dan Amos Grünebaum, MD dari Weill Cornell Medicine di New York City, setuju dengan kesimpulan para penulis. "Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian oral cephalexin dan metronidazole dalam 2 hari setelah operasi cesarean mungkin merupakan strategi yang efektif untuk mencegah SSI pasca operasi pada perempuan obesitas," catat mereka.

 

Calfee dan Grünebaum menambahkan beberapa peringatan. "Ketika menentukan apakah dan bagaimana hasil penelitian ini harus mengubah praktik klinis saat ini, penting untuk diketahui bahwa hasil penelitian ini sangat berbeda dari beberapa studi sebelumnya yang dilakukan pada populasi pasien bedah lain yang tidak mendapat manfaat dari antimicrobial prophylaxis yang telah ditemukan dan di mana pedoman klinis terkini untuk antimicrobial prophylaxis, "tulis mereka. "Penjelasan untuk perbedaan ini mungkin sesederhana identifikasi dalam penelitian terkini terhadap kelompok pasien berisiko tinggi yang sangat spesifik."

 

"Namun, beberapa pertanyaan patut dipertimbangkan dan dipelajari tambahan," kata mereka.  “Misalnya kontrol glikemik, pemeliharaan normothermia, pembersihan pra operasi secara rutin yang diimplementasikan?, dan apakah manfaat yang sama dapat dilihat di antara perempuan obesitas yang menerima dosis cefazolin pra operasi (misalnya dosis 3g), seperti yang direkomendasikan dalam pedoman praktik klinis saat ini ?.

 

Baik editorialis maupun penulisnya mengatakan bahwa keterbatasan studi utama adalah singel-center, yang meningkatkan kemungkinan pembaur spesifik lokasi, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan untuk praktik kebidanan lainnya.

Terakhir diperbaharui ( Monday, 25 September 2017 )
 
Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes