spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Lipoprotein-berisi phospholipase A2 meningkatkan resiko terjadinya stroke PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 18 January 2007
Jdokter/- New York – Orang-orang yang baru saja menderita stroke ischemic untuk pertama kalinya, penggumpalan darah pada otak, biomarker dalam darahnya sering meningkat mengindikasikan kemungkinan adanya stroke lain atau peningkatan resiko terjadinya kematian, menurut para peneliti pada Columbia University Medial Center di New York-Presbyterian Hospital.

Archieves of Internal Medicine yang dipublikasikan tanggal 23 Oktober, hasil dari studi baru ini mengindikasikan bahwa tanda-tanda peningkatan ini berhubungan erat dengan propnosis jangka panjang setelah terjadinya stroke pertama, dan dapat membantu cara pengobatan klinis pada orang-orang yang menderita stroke pertama.

Biomarker disebut lipoprotein-berisi phospholipase A2 (Lp-PLA2) yang telah mendapat persetujuan FDA untuk memprediksi timbulnya stroke pertama, yang ternyata menjadi alat predictor utama munculnya kembali terjadinya resiko stroke. Para peneliti juga menemukan bahwa kenaikan level pada biomarker lain disebut high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP), uji coba yang biasa digunakan untuk memprediksi adanya penyakit jantung, terkait erat dengan penyakit stroke parah dan terjadinya peningkatan resiko kematian.

“Pemahaman yang lebih baik mengenai biomarker terhadap terjadinya resiko stroke mendorong kemungkinan dilakukan perawatan pencegahan penyakit guna mengurangi resiko stroke yang diderita pada orang-orang,” demikian kata penulis senior Mitchell S.V.Elkind, M.D.,M.S., associate professor Neurologi pada Coumbia University College of Physicians and Surgeoopn dan neurologist pada NewYork-Presbyterian. “Misalnya, bila statin menunjukkan level biomarker lebih rendah, maka langkah kami berikutnya kemungkinan melakukan studi manfaat klinis untuk menentukan statin guna mengurangi resiko terjadinya stroke pada orang-orang yang biomarkernya meningkat, dan juga untuk mengobati orang-orang yang menderita stroke sehingga mereka tidak mengalami peristiwa lain yang serius.”

Riset dilakukan dengan mengambil sampel darah dari 467 pasien yang telah menderita stroke ischemic pertama, dari the Northern Manhattan Stroke Study, sebuah studi yang memberikan harapan jangka panjang diantara orang-orang di sekitar Washington Heights di Northern Manhattan dan daerah sekitarnya. Studi berikutnya yang dimulai tahun 1990, dijalankan oleh the Neurological Institute of New York pada Columbia University Medical Center dan New York-Presbyterian, yang berada di Washington.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 01 August 2007 )
 
< Sebelumnya
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes