spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Biomarker Lupus Ditemukan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 18 January 2007
Jdokter/Healthday News -- Penderita lupus mempunyai biomarker molekular tertentu yang tidak dijumpai pada orang tanpa lupus, suatu penelitian awal yang kecil  telah menemukan biomarker  itu.

Tetapi, di dalam penelitian yang terbaru tersebut, Mishra dkk menemukan penderita lupus mempunyai perubahan di dalam micro-ribonucleic acids ( microRNAs) yang tidak ditemukan pada orang-orang yang tidak menderita lupus. Ia mengatakan,”Kami menemukan 40 perbedaan antara pasien lupus dan kontrol.

"Sekarang ini tidak ada biomarker untuk lupus," kata pemimpin penelitian Dr. Nilamadhab Mishra, seorang asisten professor rheumatology di  Wake Forest University School of Medicine, Winston-Salem, N.C.

" RNA bertindak sebagai suatu cetakan untuk protein," untuk membantu menentukan fungsi dan bentuk dari gen protein nantinya, demikian keterangan Dr. Joan Merrill, direktur medik dari Lupus Foundation of America ( LFA ).

lupus adalah suatu penyakit autoimmun kronis yang dapat merusak sendi, ginjal, jantung, paru, otak, kulit dan darah, LFA memperkirakan  sekitar 1,5 juta penduduk Amerika  yang menderita penyakit tersebut. Hal ini terjadi 10 sampai 15 kali lebih sering pada wanita dibanding pria.

Mishra mempresentasikan penemuan ini pada pertemuan hari jumat di American College of Rheumatology di  Washington, D.C.

Perlangsungan penyakit ini berat ringannya sangat bervariasi antara satu dengan yang lain, bahkan dalam individu itu sendiri. Sebagian orang dengan lupus mempunyai periode waktu tanpa gejala. Gejala umum meliputi nyeri sendi, sering demam, kelelahan yang lama dan ekstrim, ruam kulit dan anemia.

Tidak ada test diagnostik pasti untuk lupus, dan karena  gejala dapat hilang dan timbul, sering dibutuhkan waktu berbulan-bulan, dan mungkin tahunan, sebelum seseorang dapat didiagnosis.

 Penelitian ini membandingkan microRNA dari lima orang dengan lupus dipasangkan  dengan 7 orang tanpa lupus dari umur dan jenis kelamin yang sama. Orang dengan lupus tidak menunjukkan gejala penyakit pada saat penelitian dan tidak minum obat selama periode penelitian.

Peneliti menemukan 40 microRNAs dengan 1.5 lipatan  lebih besar pada penderita lupus dibanding kontrol. Enam microRNAs mempunyai perbedaan 3 lipatan lebih besar.

Mishra mengatakan " Kami berharap menemukan suatu biomarker yang dapat membantu untuk mendiagnosis dan menjadi panduan pengobatan, Ia menambahkan bahwa sangat mungkin untuk mengembangkan target pengobatan terbaru berdasarkan penelitian ini dan penelitian yang lain.

Merrill mengatakan: " Nampaknya pasien lupus membentuk RNA yang aneh bahkan ketika penyakit belum muncul.

Merrill menyatakan bahwa walaupun riset ini adalah riset yang sangat baik," ini adalah suatu penelitian yang dilakukan pada sekelompok kecil orang, dan masih banyak hal yang harus diteliti.

Mishra mengatakan bahwa salah satu dari langkah-langkah yang berikutnya adalah untuk mengetahui apakah perubahan microRNA ini dijumpai pada penyakit autoimmune lain, seperti diabetes type 1 atau rheumatoid arthritis, atau apakah hanya khas untuk lupus. Ia juga menyetujui bahwa penelitian ini perlu diulang dalam penelitian yang lebih besar.

"Hal yang penting adalah bahwa sekarang ini banyak penelitian yang berlangsung mengenai reaksi-reaksi yang terjadi pada lupus. Dalam beberapa dekade yang akan datang , kita mungkin akan mengembangkan pengobatan yang lebih strategis," demikian  Merrill." Kami sedang berusaha untuk menetapkan beberapa interaksi kecil antara protein-protein, didalam sistem imum secara keseluruhan."

Terakhir diperbaharui ( Friday, 19 January 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes