spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Virus Flu burung Dapat menular dari Ibu Ke Anak PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 18 October 2007

ImageVirus flu burung dapat menular dari ibu ke anak

jdokter// - Virus flu burung H5N1 dapat melewati plasenta ibu hamil untuk menginfeksi janinnya, demikian laporan para peneliti tanggal 27 September. Mereka juga menemukan bukti yang telah lama dicurigai para dokter, yaitu virus tidak hanya berdampak pada paru-paru, tapi melewati seluruh tubuh masuk ke dalam saluran cerna, otak, hati dan sel-sel darah merah.

Dr Ian Lipkin dari Columbia University di New York yang memimpin studi ini mengatakan bahwa hasil ini membantu kita memahami laju kematian tinggi akibat virus H5N1, yang menjadi medel pelayanan untuk kolaborasi global dalam lingkup penyakit infeksi yang meningkat tajam. Lipkin dan tim di Peking University di Beijing mempelajari jaringan yang diambil dari 2 orang yang meninggal akibat virus H5N1 di Cina, seorang wanita hamil umur 24 tahun dan seorang pria berumur 35 tahun.

Studi ini pertama kali dikeluarkan oleh Pusat Penyakit Infeksi di Peking University di Beijing, diperoleh setelah terjadinya epidemi savere acute respiratory syndrome (SARS), sebuah virus baru yang menyebar di Cina tahun 2003, membunuh 800 orang dan menginfeksi 8.000 sebelum dihentikan.

Pusat ini sekarang mengamati korban virus avian influnza H5N1. Virus yang kebanyakan menginfeksi unggas, tapi tiba-tiba menginfeksi manusia dan telah membunuh lebih 200 orang dari 328 yang terinfeksi sejak tahun 2003. Karena para ahli khawatir akan menjadi pandemi yang dapat membunuh jutaan orang, mereka melakukan studi dengan sangat detil.

Jiang Gu dan koleganya di Peking University mengamati pada sampel jaringan dari seluruh tubuh korban. Mereka menemukan materi genetik dari virus di dalam paru-paru, seperti diperkirakan, tapi juga di dalam otak, plasenta, usus dan sel sistem imun dalam darah dan hati. Janin empat bulan yang meninggal bersama ibunya juga terinfeksi, demikian laporan para peneliti dalam jurnal the Lancet edisi September 2007.

Temuan mereka menunjang teori cytokine storm, sebuah ide bahwa sistem imun bereaksi berlebihan pada virus dalam beberapa kasus dan mengeluarkan sekumpulan penuh bahan kimia penanda yang akhirnya membunuh pasien. Lipkin mengatakan bahwa banyak orang yang membicarakan tentang cytokine storm. Pada paru-paru ditemukan bahwa sejumlah kerusakan tampaknya tidak proposional dengan jumlah sel-sel yang terinfeksi. Hal ini menunjang kemungkinan adanya metode pengrusakan tidak langsung. Mereka juga menemukan bukti bahwa virus merusak sel sistem imun termasuk makrofag, yang mereka kira virus tidak hanya menstimulasi bagian sistem imun, tapi juga dapat menekan bagian lainnya.

Studi sebelumnya pada korban H5N1 menghasilkan bukti bahwa virus menghindari sistem pertahanan tubuh dengan menekan mereka. Para peneliti menekankan bahwa tidak ada seorangpun yang mengira influenza dapat melewati plasenta dan berdampak pada janin yang belum lahir. Namun hal ini hanya karena tidak banyaknya informasi, kata Lipkin.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes