spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Obat Reseptor Beta Adrenergic mencegah bisul/borok PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Tuesday, 30 October 2007

ImageObat Reseptor Beta-Adrenergic Dapat Melindungi  Bisul/Borok Kaki yang Menembus Urat Darah Halus

jdokter// – Pasien yang meminum reseptor agonist beta-adrenergic kemungkinan bisa mengurangi berkembangnya bisul kaki yang menembus urat darah halus dibandingkan pada mereka yang tidak meminum obat tersebut, demikian menurut sebuah studi besar mengenai epidemiologi.

Studi menemukan 16% hubungan perlindungan untuk reseptor agonist beta-adrenergic, demikian dilaporkan David J. Morgolis, M.D., dari University of Pennsylvania dan rekan, pada bulan Oktober dalam terbitan Archives of Dermatology, sebuah terbitan  yang diperuntukkan untuk penyembuhan luka.

Para peneliti telah melakukan hipotesa berdasarkan efek stimuli fibroblast, reseptor agonist beta-adrenergic yang dapat memperbaiki luka atau mencegah lipodermatosclerosis, yang ternyata dapat mencegah awal terjadinya bisul kaki yang menembus urat darah halus, tulis para peneliti.

Secara faktual, dalam tahap awal studi mengenai bisul kaki yang menembus urat darah halus, terdapat hubungan yang tidak dapat dijelaskan antara pasien yang menderita bisul dengan mereka yang menderita asma atau gagal jantung, angina, atau myocardial infarction (penyakit yang secara klasik diobati dengan receptor agonist beta adrenergic atau antagonist) dan awal terjadinya bisul kaki yang menembus urat darah halus, tulis para peneliti.

Dengan menggunakan model skor kecenderungan yang komplek, para peneliti dapat memastikan hubungan diantara pengguna receptor agonist beta-adrenergic.

Selain itu, analisa kecenderungan menunjukkan bahwa sebagian pengguna antagonist, sebagian orang bisa terlindung dari berkembangnya bisul kaki tersebut.

Hal ini mungkin kata Dr. Margolis bahwa individu yang menderita penyakit tertentu, seperti diabetes atau gagal jantung congestive, dapat memperoleh manfaat lebih dari agen ini.

Meskipun terdapat bukti laboratories yang cukup kuat untuk mendukung modulasi fungsi dermal fibroblast sebagai mekanisme yang menyokong penemuan epidemiologi ini, kemungkinan besar manfaat yang diperoleh itu berasal dari mekanisme lain seperti perubahan local dalam arterial perfusion, tulis para peneliti.

Akan tetapi kata para peneliti, bukti laboratories seharusnya tidak digunakan sebagai pertimbangan untuk melakukan pengobatan/perawatan bisul kaki yang menembus urat darah halus, tetapi harus memberikan data yang sebanding untuk mempertimbangkan percobaan klinik yang dapat dilakukan secara acak.

Dalam sebuah editorial, Robert S. Kirsner, M.D., Ph.D., dari University of Miami, sepaham dengan para peneliti bahwa studi laboratories menyebutkan adanya peran reseptor beta-adrenergic dalam memperbaiki luka pada percobaan yang dilakukan secara klinis.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes