spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Jerawat Pada Wajah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Tuesday, 12 February 2008

ImageDua Kelupasan Kulit Kimiawi Diangap memliki khasiat Sama untuk Jerawat Wajah

Jdokter// - Dua dari kelupasan kulit kimia yang paling umum digunakan untuk perawatan/pengobatan jerawat menghasilkan hasil yang sejenis menurut sebuah studi klinis kecil, tetapi perbaikannya/penyembuhannya mungkin memerlukan waktu yang lama dan menimbulkan sedikit efek dibandingkan dengan yang lain. Kedua asam salicylic dan asam glycolic secara statistik menghasilkan perbaikan yang hampir sama (P<0.05) setelah dilakukan dua perawatan/pengobatan, Demikian yang dilaporkan oleh Dee Anna Glaser, M.D., dari St Louis University dan rekan pada bulan Februari dalam terbitan Dermatologic Surgery. Namun setelah dilakukan pengobatan selama dua bulan, kelupasan asam salicylic lebih banyak memberikan perbaikan. Dilaporkan juga pasien  yang menggunakan pengobatan dengan asam glycolic mengalami efek samping yang hebat.

“Kami berharap bisa melihat perbedaan yang cukup signifikan dalam efektivitas di antara dua kelupasan kulit dengan sifat lipophilic yang berlainan, tetapi studi lain tidak mendukung anggapan ini,” kata para penulis. Kemanjuran dari kelupasan kulit kimiawi ini diluar minggu pasca pengobatan tidak terdokumentasikan dengan baik dalam literatur, tetapi studi kami menemukan bahwa para pasien menunjukkan perbaikan secara klinis yang cukup signifikan dalam pengobatan yang menggunakan asam salicylic (pada wajah) dalam dua bulan pasca perawatan/pengobatan.”

Yang menyebabkan luka mendalam pada salah satu sisi wajah, bentuk tiruan kelupasan kulit kimiawi sering kali digunakan sebagai tambahan pengobatan jerawat wajah. Asam Glycolic, asam hydrophilic hydroxyl, menyebabkan desquamation yang mengurangi kesamaan corneocyte dan penyumbatan keratinocyte, yang memungkinkan timbulnya benjolan akibat radang. Asam salicylic, asam lipophilic b-hydroxy, juga mengurangi kepaduan corneocyte dan bekerja dengan baik pada bagian permukaan sebaceous, kata para penulis.

Untuk mengatasi kekurangan data komparatif, Dr. Glaser dan rekan mengamati 20 pasien yang berumur 13 sampai 38 tahun. Pasien mengalami jerawat wajah dari tingkat sedang atau moderat sampai yang berat, yang rata-rata mengalami 27 luka karena jerawat pada saat mengikuti studi.

Sesuai dengan desain yang dibuat secara acak, tertutup, pada salah satu sisi wajah, separuh dari wajah pasien diobati dengan asam glycolic dan efek samping yang mungkin ditimbulkan diobati dengan asal salicylic. Agen itu digunakan setiap hari selama dua minggu untuk seluruh dari enam kali perawatan/pengobatan itu.

Pada kunjungan pengobatan kedua, kedua kelupasan kulit kimiawi itu menunjukkan kesamaan dan pengurangan yang cukup signifikan pada bagian luka karena jerawat. Pengurangan luka jerawat itu berlangsung selama satu bulan pertama sejak pengobatan tersebut yang rata-rata 43% menggunakan asam glycolic dan 47% dengan asam salicylic (P<0.05). Penilaian secara tertutup mengungkapkan adanya perbaikan yang baik atau terbuka pada kedua sisi wajah pada 19 dari 20 pasien.

Selama dua bulan dilakukan pengobatan, evaluasi itu menunjukkan 75% mengalami perbaikan pada wajah yang diobati dengan asam glycolic dan 81% yang dirawat/diobati dengan asam salicylic. Meskipun demikian, pasien mengalami luka jerawat baru pada salah satu sisi wajah yang diobati dengan asam glycolic. Sebaliknya, sejumlah luka terus berkurang pada salah satu sisi wajah yang diobati dengan asam salicylic (P<0.01 dibandingkan dengan kondisi awalnya).

Penilaian sendiri pada pasien menunjukkan bahwa 41% dari kelompok studi kelupasan kulit asam glycolic menjunjukkan banyak perbaikan dibandingkan dengan 35% pada salah satu sisi wajah yang menggunakan asam salicylic. Pasien lainnya kendatipun kedua kelupasan kulit itu bekerja sama baiknya atau masing-masing sisi wajah mengalami perbaikan (12%). Selain itu, 53% pasien yang menggunakan asam glycolic “kelihatan baik sekali,” dibandingkan dengan 47% yang menggunakan kelupasan kulit asam salicylic.

Dua jenis kelupasan kulit kimiawi tersebut dikaitkan dengan sejumlah kejadian hebat yang hampir mirip, yang terjadi sangat sering sekali selama dilakukan dua pengobatan pertama dan kemudian mengalami penurunan. Kejadian hebat yang sering dilaporkan adalah pengelupasan, kemerah-merahan dan membekas. Pasien sering mengalami kejadian buruk pada salah satu sisi wajah yang menggunakan asam glycolic setelah pengobatan pertama tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan dengan pengobatan yang menggunakan asam salicylic.

 “Sifat lipophilic kelupasan kulit yang berlainan nampaknya tidak akan menghambat efektifitas klinisnya,” demikian kesimpulan para penulis. “Penemuan ini menyatakan bahwa kelupasan kulit asam a atau b-hydroxy dapat digunakan secara efektif untuk mengobati jerawat wajah dari yang sedang hingga berat.”    

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes