spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
kekebalan Oseltamivir (Tamiflu) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Monday, 25 February 2008

ImageDaya Tahan/kekebalan Oseltamivir (Tamiflu) Tumbuh Lebih Tinggi

jdokter//– Kegiatan influenza musiman /dalam kondisi tertentu terus meningkat, CDC memonitor peningkatan daya tahan oseltamivir (Tamiflu), demikian kata seorang juru bicara agen.

Namun peningkatan daya tahan itu tidak sampai agen mempertimbangkan untuk merubah rekomendasinya mengenai penggunaan pengobatan antiviral, demikian menurut Joe Bresee, M.D., dari divisi influenza CDC.

Daya tahan/kekebalan itu lebih tinggi dibandingkan yang telah kami lihat sebelumnya dan kami pikir ini adalah peningkatan yang nyata,” kata Dr. Bresee melalui konferensi pers.

Dari 350 isolasi influenza diuji dalam sesi ini, 16 (4,6%) kebal terhadap pengobatan dengan antiviral, kata Dr. Bresee, yang juga menambahkan bahwa seluruh kekebalan itu terjadi diantara virus A influenza H1N1, yang terjadi pada 8.1% dari isolasi yang diuji –dari 0.7% kejadian flu sebelumnya. 

 “Kami tentu melakukan pemantauan dengan sangat ketat,” katanya. Namun dia juga menambahkan bahwa tingkat kekebalannya tetap masih rendah dan “kami tidak cukup gegabah untuk merekomendasikan dengan petunjuk lain.”

Agen itu saat ini merekomendasikan penggunaan oseltavimir atau zanamivir (Relenza) sebagai pilihan kedua – setelah vaksin – untuk melawan flu tertentu, yang perlu diperhatikan mereka dapat mencegah infeksi atau mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Dr. Bresee mengatakan 44 negara saat ini melaporkan adanya peningkatan perluasan kegiatan flu dan lima Negara melaporkan kegiatan flu di tingkat regional, masing-masing terjadi sebanyak 31 dan 17 pada minggu lalu. Hanya Negara bagian Florida yang melaporkan kegiatan lokalnya, dari dua negara bagian dan Distrik Columbia minggu lalu.

Dia mengatakan ini terlalu dini menyebutkan apakah hal ini akan digolongkan kejadian  flu rendah, sedang atau berat. “Pasti terdapat banyak penyakit di luar sana” dibandingkan dengan tahun-tahun sekarang ini, katanya, namun selama hampir 20 tahun belakangan, kejadian ini dianggap “tidak normal.”

Saat ini agen telah mengkonfirmasi 10 kematian pada anak-anak yang terkait dengan flu, sembilan diantaranya terjadi sejak 1 Januari, kata Dr. Bresee.

Meskipun “semua kematian pada anak-anak merupakan kejadian tragis,” katanya, sebagian sudah bisa diprediksikan karena anak-anak telah diketahui memiliki resiko tinggi selama musim flu.

Memang, katanya, sejumlah anak-anak meninggal karena flu pada tiga tahun lalu yang jumlahnya berkisar antara 46 sampai 74 kejadian.

 “Musim itu belum berakhir – kami masih melihat peningkatan itu – dan kami dapat melihat kematian anak-anak sebelum musim berakhir,” kata Dr. Bresee.

Pengamatan CDC menunjukan bahwa 84% kasus flu disebabkan oleh influenza A, sisanya influenza B. Namun Dr. Bresee mengatakan bahwa lebih dari separuh kasus influenza A sekarang ini disebabkan oleh turunan virus H3N2 selain H1N1.

Dia mengatakan virus H1N1 yang termasuk dalam vaksin musiman menyesuaikan dengan sirkulasi turunan virus,   namun turunan virus H3N1 dan turunan virus influenza B tidak dapat menyesuaikan dengan baik.

Ketika turunan vaksin disesuaikan dengan baik mengikuti sirkulasi turunan virus, kata Dr. Bresee, akan diperoleh efisiensi antara 70% dan 90% pada orang sehat.

 “Tahun ini, karena dua dari tiga sub jenis relative kurang disesuaikan dengan baik, kami berharap lebih efisien,” katanya. “Bahkan dalam beberapa tahun ketika vaksin tidak sesuai dengan sirkulasi turunan virus, kami melihat beberapa efektifitasnya.”

Dr. Bresee mengatakan WHO merekomendasikan bahwa vaksin untuk tahun berikutnya termasuk influenza A/Brisbane/10/2007 sub tipe H3N2 saat ini sedang melakukan sirkulasi.

FDA harus memutuskan pada 21 Februari turunan virus apa yang akan dimasukkan dalam vaksin musim berikutnya untuk Amerika Serikat.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes