spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Arti Penting Vaksin Dalam Penyelamatan Kehidupan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 13 March 2008

ImageMeskipun terdapat Kasus “yang menyedihkan” terjadi pada Gadis di Georgia, CDC Mengingatkan kembali akan arti penting vaksin dalam ‘Penyelamatan Kehidupan’

jdokter//– CDC melihat bahwa imunisasi pada anak-anak merupakan penyelamatan kehidupan, meskipun pengadilan federal memutuskan bahwa terdapat adanya hubungan gejala mirip autis karena penggunaan vaksin pada seorang gadis di Georgia.

Kasus di Georgia merupakan “situasi yang sangat khusus yang terjadi pada anak yang secara genetik mempengaruhi “ perkembangan gejala neurology dibawah kondisi tertekan, demikian menurut Julie Gerberding, M.D., direktur agensi.

Dalam konferensi pers melalui telepon, Dr. Gerberding mengatakan kasus itu—meskipun “menyedihkan”—namun tidak merubah rekomendasi CDC untuk memberikan vaksinasi pada anak-anak.

 “Tidak ada yang khusus dalam situasi ini yang seharusnya dikelompokkan dalam pengertian resiko yang terkait dengan vaksin untuk anak-anak normal,” katanya.

 “Pesan kami kepada para orang tua adalah bahwa imunisasi merupakan penyelamatan kehidupan.” Katanya.

Dr. Gerberding membicarakan setelah “vaccine court” pengadilan federal khusus memutuskan bahwa keluarga Hannah Poling, sekarang sembilan dari warga Atena, Ga berhak memperoleh kompensasi dana dari Negara federal atas cidera yang disebabkan karena penggunaan vaksin.

Pengadilan sependapat bahwa vaksin memperburuk penyakit mitochondrial and mendorong meningkatnya gejala seperti autis. Sejumlah kompensasi belum diberikan.

Dr. Gerberding mengatakan CDC tidak bisa memberikan komentar dalam kasus Georgia, namun dia menambahkan bahwa penyakit mitochondrial diketahui kemungkinan bisa menyebabkan penurunan jaringan otot dan syaraf, kadang-kadang menimbulkan gejala autis.

Selama konferensi pers CDC, Edwin Trevathan, M.D., direktur agency’s Center for Birth Defects and Development Disabilities, mengatakan tidak terdapat bukti yang kuat bahwa penanganan vaksin oleh mereka sendiri dapat mengakibatkan efek samping mitochondrial.

Dia menambahkan bahwa banyak jenis stress—termasuk beberapa penyakit akibat vaksin pada anak-anak yang dapat mengakibatkan kelebihan mitochondrial tidak sempurna dan menyebabkan kerusakan jaringan.

Kerusakan neurology kemungkinan, katanya, karena otak merupakan pengguna utama energi tubuh dan “cenderung yang banyak menderita” apabila mitochondrial tidak berfungsi dengan baik.

Dia mengatakan gejala kerusakan tersebut sangat bervariasi tergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh, tetapi bisa menyerupai penyakit spektrum autis.

Namun dia juga menambahkan bahwa kerusakan mitochondrial bukan merupakan pelaku utama dalam pengembangan penyakit spectrum autis yang sebagian besar – masih misterius.

 “Sebagian besar anak-anak yang menderita autis tidak kelihatan menderita penyakit mitochondrial,” katanya.

Pada kasus gadis di Georgia kemungkinan bisa menimbulkan perdebatan panjang mengenai resiko vaksin pada anak-anak yang menjadi bahan pemberitaan hangat awal minggu ini setelah Sen.John McCain, calon presiden dari kubu Republik, mengatakan terdapat “bukti yang kuat” bahwa vaksin menyebabkan autis (Lihat: McCain Cites ‘Bukti Kuat adanya Hubungan antara Vaksin dan Autis).

CDC,  FDA, WHO, Institute Kedokteran, dan Akademi Pediatrik Amerika seluruhnya mengatakan adanya bukti yang mendukung hubungan autism dengan thimerosal, sedangkan bahan pengawet yang menggunakan mercuri sudah tidak digunakan lagi untuk vaksin pada anak-anak.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes