spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Cidera Ringan Kebanyakan Menjalankan Kunjungan Kebagian Gawat Darurat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Tuesday, 18 March 2008

ImageCidera Ringan Kebanyakan Menjalankan Kunjungan Kebagian Gawat Darurat

 jdokter// – Keseleo dan otot tegang mendorong hampir 2.4 juta orang dewasa berobat ke bagian gawat darurat pada tahun 2005, tetapi sakit pada bagian dada merupakan gejala yang banyak ditemukan pada mereka yang melakukan rawat inap selain pengobatan dan penyembuhan.

Pasien yang merasakan sakit pada bagian dada diakui sekitar 21% sejak saat itu, demikian penemuan dari sebuah Agen Riset Kesehatan dan analisa Kualitas pemanfaatan bagian gawat darurat di 23 negara pada tahun 2005.

Chaya T. Merril M.P.H., dari AHRQ, dan rekan melaporkan bahwa terdapat 115.3 juta pasien yang mengunjungi bagian gawat darurat tahun 2005 dan sekitar 42 juta di antara mereka adalah remaja berumur 18  tahun dan lebih tua dari umur itu.

Menurut analisa, “kondisi awal, jangka waktu yang relative pendek, perkembangan yang cepat,” kebanyakan mengakibatkan para remaja mencari pengobatan.

Dibarengi dengan sakit keseleo dan otot tegang, yang umumnya diagnosis klinis utamanya berupa cidera bagian luar atau memar, sakit pada bagian perut, sakit pada bagian dada, sakit bagian punggung atau tulang belakang, luka menganga pada kaki dan tangan, sakit kepala termasuk migraine, infeksi pernapasan bagian atas, infeksi jaringan kulit dan subcutaneous, dan infeksi bagian urin.

Hanya terdapat tiga kondisi—sakit bagian dada, infeksi bagian urin dan infeksi jaringan kulit dan subcutaneous—terkait dengan dua digit tingkat hunian rumah sakit, yang masing-masing dengan rata-rata 21.1%, 17.8% dan 15.4%.

Telah menjadi perhatian bahwa pemanfaatan bagian gawat darurat yang tinggi mencerminkan kurangnya asuransi kesehatan atau keterbatasan akses untuk perawatan, kata para peneliti, namun data survey tidak memberikan bukti kuat yang mendukung theori tersebut.

Hanya 15% dari remaja di 23 negara yang disurvei tidak memiliki asuransi kesehatan dan hanya 18.1%  dari kunjungan ke bagian gawat darurat oleh remaja yang tidak diasuransikan.

Namun, pasien yang tidak diasuransikan yang diakui oleh pihak rumah sakit hanya 7.4% dari kunjungan yang tidak memiliki asuransi hingga dirawat inap di rumah sakit.”

Sebaliknya, pemanfaatan bagian gawat darurat terkait dengan pendapatan—masyarakat miskin jarang sekali menggunakan bagian gawat darurat seperti halnya yang dilakukan masyarakat berpenghasilan cukup, 481.4 kunjungan per 1.000 orang dibandingkan dengan 260.7 kunjungan per 1.000 orang.

Selain itu, dari sekitar 40% pasien yang dirawat di bagian gawat darurat diakui oleh rumah sakit sebesar 14% dari pasiennya memperoleh bantuan kesehatan atau mereka yang memiliki asuransi swasta.

Tingginya tingkat pengobatan kemungkinan mencerminkan peningkatan resiko kondisi seperti gagal jantung congesti dan penyakit paru-paru kronis (COPD) yang terkait dengan umur.

Pasien yang mencari pengobatan ke bagian gawat darurat karena kondisi kronis juga memiliki tingkat perawatan tinggi –81.6% untuk CHF dan  30.7% untuk COPD.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes