spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Resiko Yang Besar Bagi Bayi Jika Di Sekelilingnya Ada Kucing. PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Tuesday, 08 July 2008

ImageEksim Menjadi Suatu Resiko Yang Besar Bagi Bayi Jika Di Sekelilingnya Ada Kucing.

 Jdokter// – Para peneliti menemukan bahwa, ”mempunyai seekor kucing di rumah itu boleh tetapi hati-hati dapat menyebabkan eksim pada bayi yang masih mempunyai mutasi genetik yang dapat memperlemah penghalang kulit yang bersifat melindungi itu”.

Hans Bisgaard, M.D., D.M.Sc., dari University Hospital Gentofte, bersama rekan kerjanya melaporkan dari PLoS Medicine bahwa, Resiko eksim pada tahun pertama dalam hidupnya telah sedikit mengakibatkan kekurangan protein filaggrin pada anak yang di rumahnya ada kucing.

Tetapi hasil analisa terhadap dua kelompok menunjukan bahwa terhadap anjing dan debu tidak mempunyai pengaruh resiko eksim.

Filaggrin menjadi bagian dari lapisan yang paling jauh dari kulit dan dapat membantu kekurangan air serta memberikan perlindungan terhadap kondisi lingkungan. Kelompok Dr. Bisgaard sebelumnya menunjukkan bahwa hilangnya fungsi varian gen encoding filaggrin adalah factor utama eksim.

Untuk melihat apakah awal penyebab alergi yang saling berhubungan dengan resiko genetic ini, para peneliti menguji dari dua kelompok, 379 kelahiran baru pada resiko yang tinggi berdasar pada sakit asma ibunya itu dilakukan di Copenhagen Study on Asthma in Childhood (COPSAC) dan satu kelompok yang tidak terseleksi sekitar 503 anak di Manchester Asthma and Allergy Study (MAAS).

Di dalam kedua studinya, mutasi filaggrin yang muncul memberikan pengaruh yang paling kuat pada resiko eksim ketika umur masih muda. Perbandingan rasio yang signifikan sekitar 2.06 sampai 2.90 dalam tahun pertama tetapi setelah itu turun sekitar 0.71 (95% selisih 0.22 sampai 2.27) dan 1.01 (95% CI 0.48 sampai 2.51).

Di Copenhagen kelompok dengan resiko tinggi, 28% dari anak-anak yang di diagnosa eksim sebelum usia pertamanya (105 anak-anak). Di antara 40 anak-anak dengan mutasi filaggrin utama, 18% mempunyai seekor anjing di rumahnya pada saat kelahirannya, 11% mempunyai seekor kucing, dan 3% mempunyai keduanya.

Anjing dapat menunjukan hubungan yang benar dengan kecenderungan untuk eksim yang kurang (HR 0.49, 95% CI 0.24 sampai 1.01) tetapi tanpa interaksi dengan genotipe filaggrin.

Di dalam kelompok Manchester, 37% dari 503 anak-anak yang tidak terpilih dalam kelompok kelahiran, dilaporkan oleh orang tua mereka untuk mngetahui perkembangan resiko eksim sejak usia pertama.

Kemudian suatu proporsi rendah pada anak-anak yang mempunyai mutasi filarggrin (10%, dari 50 jumlah keseluruhan). Mereka adalah mempunyai binatang peliharaan di rumahnya pada saat kelahirannya sedangkan anak-anak yang lain (17% versus 22% mempunyai seekor anjing, 13.2% versus 12% mempunyai seekor kucing, dan 5.1% versus 4% mempunyai keduanya).

Bukan hanya hasil study saja yang menunjukan suatu interaksi secara signifikan dengan sedikit debu sebagai penyebab alergi.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes