spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Hubungannya STD-HIV Dengan Sel-Sel Langerhans PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Wednesday, 05 November 2008

ImageHubungannya STD-HIV Dengan Sel-Sel Langerhans

Jdokter// - Dengan seksual penyebaran penyakit yang meningkat adalah resiko terinfeksinya HIV melalui sel-sel imun yang belum dewasa dalam jaringan yang ditampilkan, hal ini disampaikan oleh para peneliti.

Menurut Teunis Geijtenbeek, Ph.D., dari VU University Medical Center bersama rekan-rekannya, bahwa sel-sel Langerhans ditemukan dalam kulit luar (epidermis) dan dalam mucosal epithelia seperti ectocervix, vagina, dan liang peranakan (foreskin), hal ini dapat dimainkan suatu peran yang terpusat dengan kepekaan yang ditingkatkan pada HIV dari orang yang telah terinfeksi dengan STD.

Molekul-molekul meningkatkan nilai rata-rata dimana sel-sel Langerhans menyebarkan HIV, tetapi hanya dengan mekanisme yang berbeda, hal ini dilaporkan oleh para peneliti dalam jurnal Clinical Investigation.

Mereka menyimpulkan di antaranya, hasil-hasil mereka menyatakan bahwa TNF-alpha atau sel yang peka rangsangan (receptor) dapat menjadi target-terget yang bermanfaat untuk terapi yang diharapkan dapat mengurangi resiko dari infeksi HIV.

Satu kemungkinan bahwa ulceration berhubungan dengan infeksi-infeksi seperti herpes genital yang mebuat tubuh menjadi lebih lemah dengan HIV, tetapi sebuah percobaan besar yang secara acak baru-baru ini menemukan bahwa pengaruh herpes yang tidak ada efeknya terhadap HIV.

Sel-sel Langerhans para peneliti mencatat, bahwa nampak akan sel-sel pertama yang mematahkan HIV selama transmisi seksual.

Untuk menguji seberapa baik transmisi HIV terhadap sel-sel T, para peneliti mengembangkan sample jaringan dengan suatu solusi kontrol, TNF-Alpha, atau ligan-ligan untuk sel receptor seperti bead an ditambahkan sel-sel T. 

Ketika sample-sample itu di inkubasi dengan suatu solusi kontrol, sedikit sel-sel T yang menjadi terinfeksi, para peneliti mengatakan, menetapkan bahwa transmisi HIV adalah ‘bukan yang efisien dibawah kondisi normal”. 

Sebaliknya, ketika sample-sample di inkubasi dengan TVF-Alpha, proporsi yang terkena infeksi sel-sel T dalam semua sample adalah antara 25% dan 50% tujuh hari setelah terinfeksi.

Para peneliti menemukan, ligan-ligan lain untuk seperti sel receptor yang meningkatkan infeksi sel T dalam beberapa sample, tetapi tidak dipihak lain.

TNF-alpha, para peneliti menemukan peningkatan replikasi HIV dalam sel-sel Langerhans,, dengan demikian banyak partikel-partikel virus baru yang terinfeksi sel-sel T. Para peneliti menyimpulkan bahwa sel-sel Langerhans adalah suatu target yang mungkin untuk pencegahan HIV, meski lebih banyak pemahaman mekanisme-mekanisme yang diperlukan.

Sebaliknya, mereka mengatakan, dari hasil-hasil mereka menekankan bahwa pencegahan dan intervensi yang cepat untuk perawatan co-infection “hal ini harus diambil sebagai suatu point yang serius dalam pencegahan transmisi HIV”.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes