spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
masalah Kerontokan Rambut PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Saturday, 15 November 2008

ImageAnalisa Genomik  Dalam Menemukan FAktor Baru Yang Buruk Dalam masalah Kerontokan Rambut

Jdokter// - Pria yang mengalami kebotakan telah dimasukkan pada variant genetik pada  chromosome 20 sebagai tambahan,  dan yang sudah dikenal sebagai pusat permasalahan adalah Kromosom X.

Sebuah studi Genome-Wide assosiation menemukan bahwa seorang manusia yang memiliki tujuh sumber pada varian-varian  chromosome 20, seperti yang sudah dikenal sebelumnya, sebuah varian berupa gen yang dikenali sebagai receptor androgen pada Kromosom X, hal diatas disampaikan Tim Spector, M.D.,dan rekan kerjanya dari King's College London.

Dan manusia, dengan resiko variant-variant pada kedua  kromosom disebutkan sebelumnya telah memiliki resiko tujuh kali lebih besar pada androgenic alopecia, hal ini dikemukakan oleh Dr. Spector and rekan-rekannya secara online pada Oktober 2008 di Nature Genetics.

 “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa perlunya untuk membangkitkan potensi baru dalam perawatan kerontokan rambut pada pria dan mungkin juga pada wanita,” hal ini dikatakan oleh Dr. Spector.  Secara khusus, ia menambahkan, perawatan lebih dini serta mencoba dengan genetic diagnosis yang mungkin akan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada harus menunggu sampai kebotakan rambut mulai tampak.

Persisnya mengapa  androgenic alopecia itu bersifat turun – temurun, walaupun, menjadi sebuah teka-teki, hal ini diungkapkan oleh Dr. Spector. “sebagai dasar genetik yang kuat, penyebab kerontokan rambut adalah ganjil, yaitu sebagai sebuah keuntungan evolusi yang belum jelas,” Dia mengatakan hal ini.

 

Para peneliti sudah mengetahui bahwa suatu waktu  receptor  androgen berperan dalam sebuah resiko penyebab kebotakan rambut pria, dikatakan oleh  Dr. Spector dan rekan kerjanya, tetapi ada sebuah bukti bahwa kondisi seperti ini melibatkan factor-faktor genetik lainnya.

Dr. Spector dan para rekan kerja menggunakan  teknik-teknik analisa genome-wide pada 1,125 pria Swiss, termasuk 578 yang terserang  alopecia lebih awal, dan 547 tanpa  alopecia.

Kunci penemuan ini adalah sebuah single nucleotide polymorphism (SNP)  di kromosom 20 yang digelari  rs1160312 yang dihubungkan secara significant (pada P=11x10-14) dengan  androgenic alopecia pada pria, para peneliti mengungkapkannya.  SNPs lain di dalam daerah itu adalah juga dihubungkan dengan kebotakan (kerontakan), tetapi lebih dikaitkan dengan rs1160312.

Dalam sebuah anlisa yang mengkombinasikan antara kasus dan kontrol pada semua pria, memiliki resiko pada  allele rs1160312,  memungkinkan kerontokan rambut sebesar 60%. Pada rasio ganjil adalah 1.60, dengan kepercayaan 95 % pada interval 1.42 sampai 1.80.

Sebagai tambahan, resiko allele  yang sama  terjadi juga pada kerontokan rambut pada wanita, dengan kombinasi rasio ganjil pada 1.24 (dengan kepercayaan sebesar 95% pada interval  1.05 sampai 1.47, yang sifnicant pada P=0.012).

Para peneliti menemukan sebesar 14% pada manusia  memiliki sedikitnya resiko allele pada chromosome 20, seperti halnya sebuah resiko allele dalam  gen receptor androgen.

 

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes