spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Kanker Kulit Memiliki Resiko Rendah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Friday, 09 February 2007
ImageKanker Kulit Memiliki Resiko Rendah, namun Menimbulkan Banyak Kematian pada Orang-Orang Yang Mimiliki Kulit Warna

Oleh Michael Smith,

Diulas oleh Rubeen K. Israni, M.D., Mahasiswa Kedokteran, Renal-Electrolyte and Hypertension Division, University of Pennsylvania School of Medicine

28 Juli 2006

 

jdokter/- SAN DIEGO, 28 Juli—Kanker Kulit—telah lama menjadi perhatian utama terutama orang-orang Kaukasus—juga merupakan bahaya bagi mereka yang berkulit hitam, para peneliti melaporkan disini.

 

Tindakan-tindakan yang harus dilakukan:

 

1. memberikan saran kepada para pasien yang berkulit hitam  yang kemungkinan memiliki resiko kanker kulit, termasuk melanoma dan squamous cell carcinoma, kendatipun resiko ini lebih kecil dari pada yang terjadi pada penduduk Kaukasus.

 

2. Perhatikan bahwa selain pada orang Kaukasus, melanoma dan squamous cell carcinoma kemungkinan juga akan muncul pada bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari, seperti kaki, telapak tangan dan telapak kaki.

 

3. Studi yang dilaporkan disini dipublikasikan sebagai kesimpulan dan disajikan sebagai peringatan dalam sebuah konferensi. Data dan kesimpulan ini harus dipertimbangkan sedini mungkin sebelum dilakukan kajian dan dipublikasikan dalam publikasi yang diulas dengan lebih mendalam.

 “Para dokter dan pasien tidak menduga kanker kulit akan terjadi pada orang yang memiliki warna kulit,” demikian kata Hugh Gloster, M.D. dari University of Cincinnati, yang berbicara dalam sebuah interview setelah presentaasi secara lisan pada pertemuan musim panas di American Academy of Dermatology. 

Dan ternyata, kanker kulit sangat jarang terjadi pada penduduk yang berkulit hitam, kata dia. Rata-rata orang Kaukasus menderita 79 kali lebih tinggi diantara orang berkulit hitang. “Tetapi ketika ini terjadi pada oang kult hitam, menyakit in cenderung lebih mematikan” dari pada yang terjadi pada orang-orang Kaukasus. Lanjut Dr. Gloster.

 

Salah satu alasannya, kata dia, adalah baik pasien maupun dokter tidak melakukan pemeriksaan kanker kulit pada penduduk yang berkulit hitam, sehingga kanker cenderung lambat dilakukan diognase, serta kurang mendapat perawatan cukup. Tetapi kata dia ada alasan kuat lainya yaitu dua bentuk utama yang menimbulkan kanker kulit—melanoma dan squamous cell carcinoma—terjadi di seluruh bagian tubuh sedangkan pada orang Kaukasus tidak demikian.

 

Pada orang Kaukasus, kanker ini cenderung nampak di bagian yang telah terkena sinar matahari. Tetapi pada orang-orang kulit hitam, melanomas cenderung muncul pada bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari seperti telapak tangan, dan telapak kaki, sementara squamous cell carcinomas muncul pada kaki, seringkali terjadi pada jaringan bekas luka lama, demikian kata Dr. Gloster, 

 

Kata dia, akibatnya adalah keadaan tidak normal dan kematian tinggi:

 

1.  Melanoma mewakili antara 1% dan 8% dari seluruh kanker kulit pada kulit hitam dan 16 kali  diantara orang Kaukasus, tetapi rata-rata dapat bertahan hidup selama lama tahun antara  20% dan 30% lebih rendah yang terjadi pada orang-orang kulit hitam.

 

2. Squamous cell carcinoma adalah kanker kulit yang paling sering terjadi pada orang kulit hitam—sekitar 30% dari jumlah keseluruhan—tetapi kematiannya antara 15% dan 30%, dibandingkan pada orang Kaukasus yang kurang dari 1%.

 

Tempat melanoma dan squamous cell carcinoma pada bagian yang tidak terkena sinar matahari terkesan bahwa radiasi UV tidak memainkan peranan penting dalam perkembangan kanker ini diantara penduduk berkulit hitam, katanya.

 

Akan tetapi pada seluruh ras, basal cell carcinoma terkait erat dengan terkenanya sinar matahari, dan tidak terdapat perbedaan dalam hal terjadinya ketidaknormalan dan kematian. Namun demikian Dr, Gloster mengatakan karena berhubungan dengan sinar matahari, orang-orang yang berkulit hitam kemungkinan  lebih sedikit terkena penyakit ini. Contohnya, hanya sekitar 1.8% dari basal cell carcinoma yang terjadi pada orang kulit hitam,  dan penyakit ini sekitar 19 kali biasa terjadi pada orang Kaukasus.

 

Dalam review sebelumnya, sebagian yang disajikan disini oleh Dr. Gloster dan rekannya menemukan bahwa kejadian ketiga jenis kanker telah meningkat antara 5% dan 8% diantara orang Kaukasus di US., lebih dari 50 tahun silam, tetapi terjadi relatif konstan para orang-orang kulit hitam.

 

Meskipun demikian, penduduk selain Kaukasus di US diproyeksikan menjadi 50% dari total keseluruhannya menjelang tahun 2050 dan para dokter perlu melakukan pengamatan mendalam pada kanker kulit ini, katanya.

 “Saya katakan kepada para dokter setiap saat yang tidak menduga bahwa orang kulit hitam bisa juga terkena kanker kulit.” Kata Dr. Gloster. “Kami perlu lebih menumbuhkan kesadaran.
Terakhir diperbaharui ( Saturday, 10 February 2007 )
 
< Sebelumnya
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes