spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Depresi Beresiko Ganda Terhadap Diabetic Foot Ulcers PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Wednesday, 27 May 2009

ImageSID : Depresi Beresiko Ganda Terhadap Diabetic Foot Ulcers

Jdokter//- Hal utama depresi beresiko ganda atas insiden diabetic foot ulcers, sesuai dengan hasil yang besar, prespektif, berdasarkan populasi kelompok studi. Penemuan yang betul-betul mendorong untuk Screening dan perawatan atas depresi supaya mencegah penyakit ini, kata Lisa Williams, MD, dari University of Washington, Seattle.


 

"Depresi adalah dua hal umum bagi pasien diabetes," kata Lisa Williams pada pertemuan tahunan di Society for Investigative Dermatology

"Bisa terjadi kapan saja, sekitar 11% hingga 12% dari pasien diabetes yang mengalami depresi utama, dan 31% yang signifikan mengalami gejala depresi, termasuk depresi besar dan kecil".

Hingga kini, belum diketahui apakah depresi dapat meningkat insiden diabetic foot ulcers, ujar Dr. Williams.

Namun, dia mengatakan bahwa "depresi dikaitkan dengan yang lebih parah dan diabetic foot ulcers yang lebih besar, dan kurang penyembuhan serta kambuh lagi penyakitnya. Depresi juga berkaitan dengan tiga kali peningkatan kematian pada para pasien yang pertama menderita first foot ulcer".

Analisis-nya mencakup data dari 3.474 pasien yang terdaftar dalam Pathways Epidemiologic Study – seorang calon dari kelompok utama perawatan pasien diabetes dari sembilan klinik di negara barat Washington.

Besar dan kecilnya dinilai dari depresi, dengan menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), dan ada tindak lanjut yang berarti sekitar empat tahun.

Serangan baru foot ulcers yang dinilai selama pelaksanaan penelitian ini, dengan menggunakan kode ICD-9, yang dikonfirmasi melalui periksaan grafik.

Terdapat 401 yang di diagnosa depresi besar dalam kelompok, 290 diagnosa depresi kecil, dan 121 insiden foot ulcers , kata Dr. Williams.

Dibandingkan dengan pasien tanpa depresi, studi ini ditemukan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari resiko foot ulcers di antara para pasien besar, tetapi tidak dengan depresi kecil (HR 2,0 dan 1,3 secara berturut-turut).

Tidak ada perbedaan antara pasien yang depresi dan yang tanpa depresi dalam perawatan foot sendiri, yang dinilai dengan menggunakan validasi kuisioner diabetes.

Namun, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa depresi pada pasien diabetes terkait dengan kurangnya perawatan sendiri, rendahnya aktivitas fisik, diet yang tidak sehat, kurang setia pada obat-obatan, ketidak setiaan dan hilangnya janji bertemu dengan dokter, serta hyperglycemia, merokok, dan obesitas, kata ara peneliti.

"Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa perbandingan antar pasien tanpa depresi, depresi pada pasien yang telah tua, yang belum menikah, mempunyai BMIs lebih tinggi, kesukaan yang lebih untuk merokok, dan mempunyai diabetes yang lebih komplikasi".

 

 

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 27 May 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes