spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Orang Dewasa Yang Menderita Asma Dilakukan Vaksinasi Untuk Melawan Influensa PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Friday, 17 July 2009

ImageOrang Dewasa Yang Menderita Asma Dilakukan Vaksinasi Untuk Melawan Influensa

Jdokter//-' Para peneliti menemukan, Kebanyakan orang dewasa yang asthmatics tidak mendapatkan rekomendasi untuk serangan flu.

Selama musim Flu di tahun 2006-2007, hanya 40% dari orang dewasa yang menderita asma telah divaksinasi, menurut Peng-Jun Lu, MD, PhD, dari CDC's National Center for Immunization and Respiratory Diseases bersama rekan-rekannya.

Bahwa tingkatan jatuhnya kurang jauh dari pemerintahan federal untuk program orang sehat 2010 dengan tujuan vaksinasi sebanyak 60% untuk individu yang menderita asma dan kondisi yang meningkatkan resiko komplikasi yang berhubungan dengan flu, para peneliti melaporkan pada American Journal of Preventive Medicine.

"Untuk lebih meningkatkan cakupan vaksinasi di antara orang-orang yang menderita asma, dengan penyedia layanan yang harus menunjukan pada hambatan untuk pengiriman dan penerimaan vaksinasi influensa di antara mereka yang beresiko tinggi dengan kondisi tersebut, termasuk asma," kata mereka.

"Provider juga harus didorong untuk menggunakannya berdasarkan bukti strategi imunisasi (seperti peraturan tetap, pasien reminder/recall, provider reminder, provider assessment, and feedback), Screen untuk yang asma atau kondisi yang beresiko tinggi, dan harus secara rutin memberikan vaksinasi influensa, "tambah mereka.

Karena mereka lebih berisiko akan flu dan berhubungan dengan komplikasinya, maka Komite Penasehat Immunization Practices merekomendasikan vaksinasi flu tahunan di gabung dengan pasien asma.

Untuk mengevaluasi sesuai dengan rekomendasi dan untuk mengetahui apakah target federal telah tercapai, Dr. Lu dan rekannya melihat data dari perilaku Risk Factor Surveillance System, melalui survei telepon di U.S. pada orang dewasa.

Dari 173.572 orang dewasa dengan usia 18-64 yang sekarang dimasukkan dalam analisis, sekitar 8,4% mengatakan mereka menderita asma.

Nilai keseluruhan vaksinasi flu selama periode tahun 2006-2007 di antara mereka yang asma adalah 39,9%, dengan nilai khusus di negara-negara mulai dari 26,9% di California sampai 53,3% di Tennessee.

Diantara responden yang tidak memiliki asma, sekitar 28,8% telah terkena serangan flu.

Tingkat vaksinasi yang lebih tinggi di antara mereka yang konsisten dengan asma di seluruh sub-sub kelompok.

Individu yang usianya 50 sampai 64 tahun lebih besar kemungkinan divaksinasi daripada responden muda (48,9% berbanding 35,2%, P <0,01).

"Secara suboptimal cakupan vaksinasi pada orang dewasa yang menderita asma lebih mencemaskan," kata para peneliti.

Para responden yang telah menerima pemeriksaan rutin dalam satu tahun terakhir juga kemungkinan lebih mendapatkan serangan flu.

"Kunjungan dokter rutin dapat memberikan kesempatan penting bagi penyedia layanan untuk memvaksinasi yang asma atau untuk mengingatkan mereka bahwa mereka harus mendapatkan vaksinasi influenza," kata para peneliti.

Ras dan etnis berperan dalam tingkatan vaksinasi juga. Setelah penyesuaian untuk sociodemographics dan akses pada faktor perawatan, orang kulit putih cukup besar untuk menerima serangan flu daripada orang kulit hitam dan Hispanics (41,7% berbanding 33,4% dan 31,7%, P <0,01 untuk keduanya).

Faktor-faktor tambahan yang meningkatkan kesempatan untuk divaksinasi pada perempuan, yaitu dengan adanya keterbatasan aktivitas dan diabetes, asuransi kesehatan, dan saat ini tidak merokok.

Para peneliti mengakui bahwa studi ini terbatas dengan kepercayaan pada diri untuk melaporkan data dan pengecualian individu yang tidak memiliki saluran telepon.


Terakhir diperbaharui ( Friday, 17 July 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes