spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Acyclovir Gagal Dalam Mencegah Penularan HIV PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 30 July 2009

ImageIAS: Acyclovir Gagal Dalam Mencegah Penularan HIV

Jdokter//-' Obat anti-herpes acyclovir (Zovirax) gagal dalam mencegah penularan HIV di antara pasangan, namun para peneliti menyarankan kemungkinan masih memiliki peran dalam perawatan dengan perkembangan yang lambat menuju gejala AIDS yang sempurna.



Pasangan dalam Pencegahan Penularan HSV/HIV tim Study ditunjukan hasil beberapa pertanyaan yang terkait tentang pasangan yang tudak sesuia –satu diantaranya positif HIV dan yang lainnya tidak terkena oleh virus yang menyebabkan AIDS - disini di International AIDS Society Conference on HIV Pathogenesis, Treatment and Prevention.

"Kami menemukan tidak adanya manfaat dalam analisa intention-to-treat dari semua penularan," Connie Celum, MD, profesor dari global health and medicine di Universitas Washington di Seattle, "kata dia di akhir-break presentasinya.

Dalam studi yang dilakukan pada 17 lokasi di Afrika, Dr. Celum bersama rekannya mendata 3.408 HIV dan HSV-2-individu yang positif dengan hubungan seksual secara regular dengan pasangan yang tidak terinfeksi HIV. Pasangan yang telah diberitahukan tentang cara untuk menghindari infeksi dan perawatan yang baik dengan acyclovir 400 mg dalam dua kali setiap hari atau placebo.

Setelah di tindak lanjuti selama sekitar dua tahun, para peneliti menemukan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam persentase orang yang terinfeksi di setiap acyclovir arm (41 terinfeksi) atau placebo arm (43 terinfeksi).

Mereka dianalisa hasilnya dengan berbagai cara namun tidak dapat menemukan manfaat yang signifikan dalam penggunaan acyclovir dalam perawatan dan pencegahan berdasarkan jenis kelamin dari pasangan yang positif HIV, penyakit maag genital, berdasarkan tingkat HIV di dalam darah, studi kesetiaan obat, status sunat, atau status herpes simplex virus-2 dari pasangan yang negatif HIV.

Seperti ditunjukkan dalam studi lainnya, Dr. Celum berkata, pengobatan acyclovir mengakibatkan 0.25log10 masuk dalam plasma HIV.

"Studi ini menunjukkan bahwa efek yang lebih besar dari intervensi orang yang terinfeksi HIV diperlukan untuk menurunkan infeksi HIV-nya," kata Dr. Celum.

Pada sebuah kelompok studi, yang dipernalkan oleh rekannya Jairam R. Lingappa, MD, PhD, seorang peneliti menetapkan bahwa pengobatan dengan acyclovir dapat memperlambat perkembangan penyakit, dan menekan waktu perawatan sampai dengan antiretrovirals harus dimulai.

"Herpes simplex virus-2 akan mengurangi penekanan resiko perkembangan penyakit HIV," kata Dr. Lingappa dalam platform presentasinya. Dia menghitung 17% sampai 19% dalam pengurangan resiko yang relatif untuk keperluan obat antiretroviral (P = 0,03).

"Saya piker peluangnya harus ditutup dalam menggunakan acyclovir untuk mencegah penularan HIV," kata Timothy Farley, MD, koordinator untuk kontrol penularan infeksi seksual pada World Health Organization, Geneva, Swiss.

"Dengan jelas sebuah peran untuk acyclovir pada pasien dengan gejala herpes dan penyakit yang aktif," kata Dr. Farley.

Namun demikian, Dr. Farley menambahkan, "Jika acyclovir akan memperpanjang waktu yang diperlukan untuk antiretrovirals, mungkin perpanjangan masa bagi orang-orang yang terinfeksi, tetapi yang ada dalam konteks perawatan dan pencegahan, pada saat ini, adalah teori."

Pada dasarnya, dia berkata, "acyclovir sekarang ini akan kembali digunakan untuk merawat herpes flare-up yang diperlukan untuk kesehatan orang pribadi."

Terakhir diperbaharui ( Thursday, 30 July 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes