spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Kebanyakan Permasalahan GI Tidak Lebih Dari Mengenai Hal Umum Dari Autism PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Friday, 07 August 2009

ImageKebanyakan Permasalahan GI Tidak Lebih Dari Mengenai Hal Umum Dari Autism

Jdokter//-' Autism tidak berkaitan dengan peningkatan resiko untuk gejala gastrointestinal pada umumnya, sebuah studi yang retrospektif menunjukkan Namun, anak-anak autism lebih cenderung memiliki masalah sembelit dan makanan dari kontrol kesehatan subyek, Samar Ibrahim, MBChB, dari Mayo Clinic, bersama rekannya melaporkan.

Terdapat suatu kepercayaan yang meluas di kalangan orang tua, dengan sedikit bukti yang mendukungnya, bahwa beberapa fitur autism neurobehavioral mungkin disebabkan oleh penyalahgunaan fungsi gastrointestinal, kata para peneliti. Akibatnya, banyak orang tua membuat anak-anak mereka untuk membatasi diet dan suplemen, kata para peneliti.

"Penemuan dari studi kami menunjukkan bahwa perawatan seperti itu tidak boleh diberikan kepada anak-anak yang menderita autism, kecuali ada bukti yang menunjukkan keberadaan sebuah gangguan gastrointestinal dalam kasus tertentu," kata mereka.

"Mengingat dengan meningkatnya pengetahuan dalam memilih makanan di antara anak-anak autism, seperti yang dikonfirmasi dalam studi, pembatasan tambahan diet dapat menempatkan anak-anak dalam resiko kekurangan gizi," kata mereka.

Dr. Ibrahim dan rekannya secara retrospektif mengawasi 121 anak-anak yang telah didiagnosa menderita autism untuk median usia 18,2 tahun. Semuanya adalah warga Olmsted County, Minn., dan telah diidentifikasi sebagai bagian dari Rochester Epidemiologi Project.

Tidak ada perbedaan dalam keseluruhan insiden gangguan GI diantara anak-anak autism dan usia sehat serta kontrol gender. Namun, anak-anak autism mendapatkan dua kali lipat tentang kemungkinan untuk sembelit (33,9% berbanding 17,6%, RR 1,97, 95% CI 1,25 menjadi 3,10) dan masalah selektivitas makanan (24,5% berbanding 16,1%, RR 1,95, 95% CI 1,18 menjadi 3,24). Aspek neurobehavioral autism mungkin menjelaskan beberapa perbedaan, kata para peneliti.

"Kecenderunagn yang taat pada aturan keagamaan, kebutuhan rutin, dan desakan yang sama pada karakteristik anak-anak autism dapat mengawaasi anak-anak ini untuk memilih dan permintaan meniru diet yang dapat mengakibatkan kurangnya asupan dari serat, cairan, dan makanan lainnya secara konstituen," kata mereka . "Jadi, dengan demikan secara tingkah laku terkait dengan selektivitas dalam makanan, dimana pada gilirannya, mengakibatkan sembelit."

Selain itu, mereka berkata, obat tertentu yang digunakan dalam autism - seperti stimulants - dapat mengakibatkan gangguan selera makan dan sembelit.

Insiden gejala GI lainnya adalah serupa di kedua kelompok dan beberapa anak-anak khusus untuk diagnosa penyakit bidang GI. Dalam editorialnya, Markus Gilger, MD, dan Carol Anne Redel, MD, dari Baylor College of Medicine di Houston, para peneliti berterima kasih atas pekerjaan ini.

Mereka "akan memuji yang baik untuk melakukan studi, yang berusaha untuk menempatkan mereka untuk beristirahat, dimana saran yang ada bahwa ada hubungan antara autism dan penyakit gastrointestinal. Sayangnya, terdapat banyak pekerjaan yang harus dilakukan," catat dokter Baylor.

Misalnya, mereka berkata, mungkin ada subgroups yang berhubungan dengan perlunya kajian lebih lanjut.

Dan mereka berkata, "meskipun asosiasi dari vaksin MMR-induced gastrointestinal peradangan dan autism telah jelas dibuktikan, antara lain, yang berhubungan dengan link genetika, dan harus dikejar."

Penulis studi mengakui beberapa keterbatasan studi, termasuk desain retrospektif, penggunaan yang hampir semuanya penduduk kulit putih, dan kegagalan untuk penilaian yang lama, kesederhanaan, dan pengulangan dari gejala GI.

 

Terakhir diperbaharui ( Friday, 07 August 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes