spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Manfaat Dari Immunotherapy dari Susu PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 10 September 2009

ImageManfaat Dari Immunotherapy dari Susu

Jdokter//-' Oral immunotherapy untuk anak-anak yang mengalami alergi susu tetap menjadi efektif selama pembukaan tahap percobaan perawatan double-blind, dimana hampir semua anak menunjukkan peningkatan toleransi yang signifikan terhadap protein susu.

Sekitar 14 dari 15 anak-anak usia 6-16 tahun mampu meningkatkan konsumsi susu setiap harinya, yang memiliki 500 mg hingga 4.000 mg protein susu per hari, untuk dosis harian maksimum 1.000 mg hingga 16.000 mg, para peneliti melaporkan secara online, dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Percobaan skin-prick selama 8 sampai 15 bulan setelah memulai immunotherapy juga menunjukkan penurunan reaktivitas dengan pemaparan .

Sekitar sepertiga dengan toleransi sekitar 16.000 mg protein susu, yaitu setara dengan 16 oz segelas susu, menurut Satya D. Narisety, MD, dari Johns Hopkins, bersama rekannya.

Dimana standar perawatan saat ini untuk alergi susu sapi adalah dengan cara penghindaran secara ketat, tetapi studi terbaru menunjukkan bahwa immunotherapy dapat membantu menurunkan rasa sehingga mudah mempengaruhi anak-anak yang mengalami gangguan umum ini.

Untuk memastikan apakah manfaatnya terlihat pada fase percobaan double-blind yang berlangsung, para peneliti mengikuti anak-anak yang telah ditoleransi setidaknya 2.540 mg susu untuk tiga sampai 17 bulan, dengan meningkatkan dosis yang diambil dari susu, yogurt, atau keju.

Setelah berlangsung selama 17 minggu, berikutnya tantangan berupa makanan diberikan pada 13 anak-anak, dan 6 anak mampu menoleransi maksimum 16.000 mg tanpa efek samping.

Tiga yang bereaksi pada 16.000 mg dengan gejala termasuk gangguan mulut, sakit perut, bersin, dan batuk.

Salah satunya berkembang penyakit gatal bintik merah dan bengkak pada 10.000 mg, yang lain batuk, mual, dan sakit perut pada 6.000 mg, dan dua diantaranya mengalami penyakit gatal bintik merah dan bengkak pada 3.000 mg.

Dari 10 anak-anak yang menjalani tes skin-prick selama 8 sampai 15 bulan setelah mereka memulai immunotherapy, hasilnya 7 orang negatif, dua bereaksi pada pengenceran 1:5, dan satu bereaksi pada 1:1.

Spesifik susu IgE berkurang dari waktu ke waktu, dengan awal rata-rata 29,9 kUa/L sampai rata-rata 11,9 kUa/L .

Spesifik Susu-IgG4 meningkat dari rata-rata awal sebesar 3,9 μg/mL sampai 101,3 μg/mL .

Salah satu dari anak-anak yang mentoleransi dosis 16.000 mg dikembangkan dengan Gastroenteritis selama tiga bulan setelah tantangan. Dia tidak memiliki susu untuk tiga sampai empat hari, dan ketika susu ini diperkenalkan kembali, dia menunjukkan gejala perkembangan eosinofilik esophagitis yang dibersihkan hanya dengan penghindaran secara lengkap.

Pada waktu itu anak yang memiliki IgE sekitar 1,1 kUa/L, IgG4 sekitar 908,3 μg/mL, dan untuk tes kulitnya negatif. Tiga dari anak-anak yang tidak memenuhi syarat untuk tahap pembukaan percobaan secara off-protokol.

Dan Salah Satu bereaksi terhadap 1.340 mg dengan gangguan gatal-gatal, mengi, dan sakit perut tetapi sekarang mentoleransi sekitar 500 mg sampai 1000 mg setiap harinya.

Yang kedua adalah toleransi 8.000 sampai 16.000 mg per hari meskipun berkembang gannguan mulut dan bersin pada 2.540 mg, dan yang ketiga adalah toleransi 2.500 mg sampai 5.000 mg dan berkembang penyakit gatal-gatal, bintik merah dan bengkak serta batuk pada 8.000 mg.

Para peneliti menulis "Efek samping atas peristiwa umum ini dan sebagian besar tidak bisa ditebak".

Setelah total 2.465 dosis (dengan rata-rata 157 per anak), berikut ini peristiwa-peristiwa buruk yang telah terjadi:

419 localized oral pruritus atau hives (17%)

  • 90 gastrointestinal (3,7%)

  • 21 respiratory (0.9%)

  • 20 cutaneous (0.8%)

  • 143 multisystem (5.8%)

Pengobatan lainnya untuk aktivitas yang kurang baik, termasuk albuterol, diphenhydramine, prednison, dan epinefrin

Di dalam buku harian yang disimpan oleh 12 orang peserta, 49% dari dosis menghasilkan beberapa jenis reaksi selama tiga bulan pertama; dan turun menjadi 23% dalam tiga bulan berikutnya.

Reaksi lokal menurun dari 31,5% menjadi 11,2%, dan peristiwa multisystem menurun dari 11% menjadi 4,8%.

Para peneliti mencatat bahwa beberapa dari reaksi sistemik yang terjadi pada dosis sebelumnya telah ditoleransi, dan hal ini biasanya terjadi pada virus penyakit atau berolahraga. Mereka menyimpulkan bahwa immunotherapy susu bisa efektif dalam desensitizing alergi anak-anak, tetapi memperingatkan bahwa "studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami resiko, mekanisme desensitisasi, induksi toleransi, dan penanda dari suksesnya pengobatan."

Terakhir diperbaharui ( Thursday, 10 September 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes