spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Hubungan obesitas dengan kejadian epilepsi pada anak PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Wednesday, 23 September 2009

ImageObesitas Umumnya Pada Anak-Anak Yang Menderita Epilepsi

Jdokter//-' Hampir 40% dari pasien epilepsi pediatrik yang memiliki komorbiditas obesitas yang overweight, dan menjamin pertimbangan ketika merencanakan pengobatan, para peneliti menyimpulkan dari kajian retrospektif data.

Anak-anak yang baru didiagnosa menderita epilepsi memiliki tingkat index masa tubuh (BMI) yang lebih tinggi secara nyata, dibandingkan dengan data CDC mengenai anak-anak yang sehat dengan usia yang normal dan dicocokkan dengan kelompok pengawasan. Pada usia yang lebih tua, idiopatik etiologi, dan tidak adanya pengobatan yang berkaitan dengan BMI.

"Hasil penelitian kami menunjukkan status obesitas harus dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam pemilihan obat untuk antiepileptic monoterapi awal," Kata Tracy A. Glauser, MD dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center.

"Studi kedepannya diperlukan untuk menentukan etiologi dari obesitas pada pasien dengan gangguan epilepsi baru, tetapi ini mengidentifikasi kelompok-kelompok yang berisiko dan harus membantu dokter dalam mengenali obesitas comorbidity ini dan untuk meningkatkan akan kesetiaan dan kesehatan untuk seluruh pasien mereka."

Survei nasional terakhir mengindikasikan bahwa 17% dari anak-anak yang mengalami obesitas, dan kecenderungan menuju tingkat yang lebih tinggi akan obesitas adalah bukti untuk anak-anak dan remaja. Kelebihan berat badan dan obesitas pada anak-anak telah mengakibatkan peningkatan kelayakan akan penyakit terbatas, terutama sekali untuk orang dewasa, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Obesitas pada yang menderita epilepsi merupakan perhatian khusus karena efek samping dari beberapa obat antiepileptic dengan berat badan dan fungsi endokrin, para peneliti mencatat. Namun demikian, kelayakan obesitas pada anak-anak yang menderita epilepsi dengan diagnosa baru belum ditentukan.

"Dengan mengetahui informasi ini akan berguna dalam memilih obat untuk terapi awal dan menetapkan strategi intervensi awal untuk mencegah obesitas, dan sementara mengobati epilepsi," kata para peneliti.

Untuk menentukan tingkat obesitas pada anak-anak yang menderita epilepsi, para peneliti mengidetifikasi 251 pasien dengan gangguan epilepsi baru dan dirawat di Cincinnati Children's Hospital dari 7 Juli 2003 sampai 30 Oktober 2006.

BMI telah mengkalkulasi dari tinggi dan berat badan, dan BMI memperesentase serta men-skor Z yang berasal dari sebuah program yang tersedia melalui CDC. Obesitas didefinisikan sekitar 95 % ? IMT untuk usia, dan untuk kelebihan berat badan sekitar antara 85% sampai 95% menurut BMI.

Kelompok epilepsi dibandingkan dengan 597 anak-anak dengan usia-sesuai kelompok pengawasan regional.

Para peneliti menemukan bahwa 59,8% dari pasien yang mempunyai gangguan kejang parsial, dan 74,5% memiliki etiologi idiopatik. Selain itu, 72,5% dari pasien yang tidak melakukan pengobatan, sementara 8,4% berada di stimulan dan 19,1% memakai obat nonstimulant.

Para peneliti melaporkan bahwa 19,9% dari pasien epilepsi dan menderita obesitas, sekitar 18.7% merupakan kelebihan berat badan, bersama dengan akunting untuk 38,7% dari seluruh kelompok pasien.

Pada kelompok kontrol kesehatan, 13,7% dari peserta yang menderita obesitas, dan 28,4% yang kelebihan berat badan.

Analisis regresi linier secara multivariabel mengungkapkan dari beberapa prediktor IMT yang lebih tinggi pada pasien dengan epilepsi.

  • Anak remaja (usia rata-rata 15 tahun) dibanding kelompok predadolescent (usia rata-rata 7,

  • Etiologi idiopatik dibanding gejala epilepsi

  • Tidak ada pengobatan dibanding penggunaan stimulan

"Tidak jelas apakah tingkat yang tinggi dari obesitas dalam populasi epilepsi yang kebetulan atau akibat dari mekanisme umum," kata para peneliti. "Studi kedepanya mengenai potensi kejang umum dan obesitas... diperlukan untuk memperjelas hubungan potensi ini.

"Sementara itu, ada kebutuhan yang jelas untuk pengobatan dan pencegahan secara dini untuk menjamin keberhasilan dalam jangka panjang mengenai manajemen berat badan."

Peemuan ini mewakili sebuah panggilan untuk tindakan dokter yang merawat anak-anak yang menderita epilepsi, Edwin Trevathan, MD, dan William H. Dietz, MD, PhD, mengatakan dalam editorialnya.

"Para peneliti biomedis mengajukan pertanyaan mengenai hubungan antara gangguan epilepsi baru dan obesitas yag sangat menarik dan harus dieksplorasi dengan semangat," kata Trevathan dan Dietz. "Tapi jangan lupa masalah mendesak yang dihadapi pasien dengan duduk di ruang tunggu kita hari ini. Besok orang dewasa yag mengalami obesitas seperti anak-anak sekarang.

"Konsekuensi gagal untuk mematuhi krisis kesehatan masyarakat yang mendesak ini dimana akan terjadi pada generasi berikutnya dengan tingkat kematian yang lebih tinggi dan cacat dari penyakit kronis dapat dicegah."


Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 September 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes