spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Vaksin Bakteri Streptokokus Yang Aman, Efektif Bagi Percobaan Awal PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Saturday, 21 November 2009

ImageVaksin Bakteri Streptokokus Yang Aman, Efektif Bagi Percobaan Awal

Jdokter//- PHILADELPHIA - Sebuah penelitian vaksin yang menganalisa sebuah usaha dari  streptokokus grup B yang dapat menyebabkan sepsis dan meningitis pada bayi yang baru lahir, kata seorang peneliti.

Dalam Tahap II, pada percobaan kedua, uji coba dengan secara acak, atas gangguan vaksin serotipe III dari aktivitas bakteri yang lebih baik untuk mencegah kolonisasi pada wanita dibandingkan placebo, menurut Sharon Hillier, PhD, dari University of Pittsburgh.

Kejadian buruk yang paling umum adalah saat injeksi di tepat yang halus dan terasa sakit, Hillier melaporkan pada pertemuan tahunan Infectious Diseases Society of America.

Streptokokus grup B, umumnya ditemukan di dalam usus dan saluran kelamin, dimana dapat menyebabkan penyakit pada wanita hamil, orang tua, dan orang dewasa dengan beberapa kondisi kronis.

Tapi alasan peneliti yang sedang mencari vaksin kenapa dapat menular selama melahirkan, streptokokus grup B juga merupakan penyebab paling umum sepsis dan meningitis pada bayi yang baru lahir di US.

Tes vaksin adalah kombinasi dari bakteri polysaccharide dan tetanus toxoid serta telah dibandingkan dengan vaksin tetanus yang berlisensi dan vaksin difteri pada 650 wanita yang aktif secara seksual, wanita hamil yang tidak terkena bakteri sejak awal, kata Hillier.

Para wanita diuji selama vaksinasi dua bulan sekali untuk melihat apakah mereka telah terkena atau terinfeksi oleh streptokokus Group B, katanya. Titik akhir utamanya adalah waktu untuk akuisisi bakteri.

Para peneliti menemukan:

1.      Untuk mencegah akuisisi vagina dari streptokokus Grup B tipe III, keberhasilan vaksin sekitar 35%,

2.      Untuk akuisisi rektal, keberhasilannya sekitar 43%,

Bagi perempuan kelompok vaksin juga memiliki kekebalan yang kuat terhadap bakteri.

Mean geometrik berkonsentrasi dari serum IgG terhadap bakteri selama dua bulan setelah vaksinasi yaitu sekitar 12,6 mikrogram per mililiter, dibandingkan dengan 0,30 pada kelompok yang kontrol, perbedaan yang signifikan pada P <0,0001, Hillier melaporkan.

Juga, 95% perempuan dalam kelompok vaksin kurang dari 1% dari pengawasan dan responnya minimal empat kali lipat dalam serum IgG yang meningkat di atas tingkat prevaccination, katanya.

Produksi antibodi dibanding dengan pencegahan kolonisasi adalah sebuah ukuran yang lebih umum dari keberhasilan vaksin walaupun pencegahan infeksi merupakan standar emas untuk keberhasilan.

Saat ini, para dokter mengecek para wanita untuk streptokokus grup B sebelum melahirkan, menurut Neil Fishman, MD, dari University of Pennsylvania, seorang spesialis penyakit infeksi.

Jika tesnya positif, antibiotik digunakan untuk membersihkan patogen, ia berkata, "tapi ini tidak sempurna, karena bakteri dapat resisten terhadap antibiotik."

 “Penelitian ini memang pertama tapi memberikan harapan, kata Larry Pickering, MD, dari Universitas Emory di Atlanta.

"Ini penting, dalam hal ini mereka menunjukkan pencegahan kolonisasi," katanya. "Tapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan" untuk mendapatkan yang lebih luas dan lebih kuat perlindungannya.

Terakhir diperbaharui ( Saturday, 21 November 2009 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes