spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Latest News
Kacamata Bifocals Dapat Menghambat Perkembangan Myopia Bagi Anak-Anak. PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh aulia   
Thursday, 28 January 2010

ImageKacamata Bifocals Dapat Menghambat Perkembangan Myopia Bagi Anak-Anak.

Bifocals dapat dengan cepat menghambat berkembangnya kerusakan penglihatan pada anak penderita myopia, menurut para peneliti. Dalam perkembangannya ini, penggunaan bifocals dapat menghambat berkembangnya kerusakan mata menjadi -0,96 D dibandingkan dengan yang menggunakan kacamata tunggal yaitu -1,55 D dalam suatu periode sekiatar 24 bulan, menurut Desmond Cheng, OD, MSc, PhD, dari Universitas Teknologi Queensland di Brisbane, Australia.

Uji klinis mereka, yang dilaporkan di jurnal Opthalmology Januari ini, menunjukkan berbagai jenis kacamata bifocals untuk menjadi lebih efektif, dengan hanya 0,70 D pada periode yang sama.

Sementara efek pengobatan dengan kacamata bifocals, secara signifikan lebih baik daripada kacamata lensa tunggal , menurut para peneliti.

Pada akhirnya, para peneliti merekomendasikan kacamata bifocals ini kepada anak-anak penderita myopia "dengan berhati-hati," tetap mempertimbangkan biaya dan penampilan.

Penelitian sebelumnya telah menghasilkan hasil yang beragam dengan meneliti lensa-lensa yang dapat mengurangi kerusakan mata pada penderita myopia.

Dan yang paling efektif dari percobaan ini yaitu dilakukan secara eksklusif pada penderita rabun jauh dengan tingkat perkembangan yang tinggi, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Cheng berusaha untuk mengkonfirmasikan hal ini dalam populasi yang sama.

Studi sebelumnya telah dilakukan di Hong Kong. Seperti di sebagian besar Asia Timur, myopia adalah suatu wabah, dengan jumlah yang mencapai 60% pada usia 12 tahun.

Kelayakan dari myopia juga telah meningkat 66% di AS selama tiga dekade, dan rabun dekat sekarang mempengaruhi sekitar 33% dari populasi orang dewasa.

Kelayakan yang sangat tinggi di kalangan anak-anak Asia dan di negara-negara Barat kelompok Cheng lebih banyak mendapatkan penderita rabun jauh dibandingkan anak-anak di Cina dan Kanada.

Alasan untuk memilih ini adalah suatu hal yang mungkin "bahwa masih sediit anak-anak penderita myopia yang segera mengobati rabun mereka dan mereka beranggapan bahwa pengobatan tidak akan efektif atau kurang efektif untuk anak penderita rabun," menurut para peneliti.

Ada sedikit alasan untuk berpikir bahwa etnisitas akan mengubah proses perkembangan myopia, kelompok Cheng berkata, agar hasilnya jadi merata.

Percobaan pada 135 peserta dimana semuanya menderita myopia dari -1,00 D atau lebih (dengan rata-rata -3,08 D) dan mengalami perkembangan sedikitnya -0,50 D di tahun sebelumnya.

Mereka mengganti lensa tunggalnya menjadi kacamata bifocals eksekutif 1,50-D dengan atau tanpa prisma tigadioptri sebagai prisma dasar yang dekat segmen dari masing-masing lensa.

Selain berkurangnya perkembangan rabun mata dengan penggunaan kacamata bifocals, para peneliti juga menemukan bahwa penggunaan kacamata bifocals yang regular dan prismatik dapat mengurangi peningkatan panjangnya aksial dengan periode lebih dari 24 bulan dibandingkan dengan kacamata lensa tunggal (keduanya 0,41 mm berbanding 0,62 mm.

JIka disesuaikan dengan usia, awal perkembangan, dan jenis kelamin memiliki pengaruh yang kecil pada kedua perbandingan tersebut.

Salah satu alasan peneliti percaya pada lensa prismatik yaitu karena lensa bekerja lebih baik terhadap perkembangan myiopia daripada lensa normal yaitu lensa positif yang dapat mengganggu keseimbangan otot mata bagi mereka yang telah memiliki beberapa derajat exophoria, atau bahkan mereka yang memiliki keseimbangan yang normal.

Penambahan prisma telah terbukti mengurangi efek ini, yang membuat mata menjadi "daya tarik" lahiriah, menurut para peneliti.

Namun, dalam penelitian, tidak ada interaksi type perawatan melalui keseimbangan otot mata (orthophoria, esophoria, atau exophoria.

Satu-satunya faktor yang cenderung mempengaruhi efek pengobatan adalah cepatnya perubahan focus mata.

Anak-anak penderita rabun mata tidak memperoleh manfaat dari kacamata bifocals jika mata mereka memiliki kelemahan dalam berakomodasi, tetapi mereka dapat memperoleh manfaat jika mata mereka kuat berakomodasi. Kacamata bifocals seperti prismatik secara signifikan dapat dengan cepat mengurangi perkembangan rabun mata untuk kelompok yang lemah maupun yang kuat berakomodasi.

Bagaimanapun, penelitian ini didasarkan pada nilai yang lebih kecil dalam suatu analisis, untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menghasilkan hasil yang lebih akurat, menurut kelompok Cheng.

Sebagai tambahan untuk para peneliti, mereka mencatat selain pengobatan yang sederhana. Juga tidak ada konsensus tentang apa yang menyebabkan penurunan secara klinis terhadap perkembangan myopia.

"Baik atau tidaknya efek pengobatan akan menghasilkan makna klinis yang signifikan”,menurut para peneliti. "Jika pengobatan dilakukan secara terus menerus, maka bisa memiliki peran penting dalam mencegah perkembangan rabun patologis yang sangat tinggi."

 

Terakhir diperbaharui ( Thursday, 28 January 2010 )
 
Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes