spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Latest News
COX-2 Dapat Menghambat Perkembangan Kanker Kulit PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh aulia   
Sunday, 31 January 2010

ImageCOX-2 Dapat Menghambat Perkembangan Kanker Kulit

Bagi mereka yang berada pada kondisi tingkat risiko yang tinggi akan dasar sel kulit karsinoma, COX-2 sebagai penghambat celecoxib (Celebrex) yang secara kuat dapat mengurangi perkembangan ratusan atau ribuan tumor yang tumbuh di sepanjang hidup mereka, menurut para peneliti.

Dalam perrcobaan tahap ke II, obat untuk menghambat peningkatan dasar sel karsinoma dari 11% menjadi 30% pada pasien dengan sindrom Gorlin, juga dikenal sebagai sindrom basal sel Nevus, menurut Ervin H. Epstein, Jr, MD, dari Children's Hospital of Oakland Research Institute, bersama para rekannya.

Penghambat COX-2 secara signifikan hanya muncul bagi pasien dengan penyakit yang sedikit parah, peneliti melaporkan dalam riset pencegahan kanker edisi Januari.

Penemuan itu bisa saja berkaitan dengan pencegahan kanker kulit pada individu yang tingkat risikonya rendah, komentar Charles M. Rudin, MD, PhD, dari Johns Hopkins.

Namun, kelompok Epstein mengingatkan dalam studinya bahwa "potensi cardiovascular akan berrisiko jika berhubungan dengan celecoxib yang akan menghalangi penggunaannya."

Walaupun dengan risiko yang sistemik penghambat COX-2 mungkin dapat diterima bagi pasien dengan kanker aktif, dan untuk orang lain, perkembangan topikal bisa menjadi layak, menurut Rudin.

Kemungkinan lainnya adalah perkembangan dari beberapa tumbuhan yang dihasilkan oleh molekul-molekul kecil, seperti honokiol dan curcumin, yang telah terbukti menghambat COX-2 tanpa menyebabkan toksisitas jantung, kata Jack L. Arbiser, MD, PhD, dari Emory University di Atlanta.

Enzim COX dinyatakan berada pada tingkat yang tinggi didalam sel dasar karsinoma, sebuah temuan Epstein yang dilakukan pada selompok tikus yang hanya berfungsi sebagai salinan PTCH1.

Gen ini dipandang tidak berfungsi pada hampir semua kasus manusia dengan sel dasar karsinoma. Penghambat utama adalah dari jalur hedgehog. Hedgehog penting dalam perkembangan sel selama perkembangan embrio, tetapi setelah itu membantu menggerakkan sel-sel induk tumor sehinga berubah menjadi ganas.

Ketika tikus tersebut terkena radiasi, mereka mengembangkan sel dasr dan kanker kulit lainnya seperti yang dilakukan pada pasien dengan sindrom Gorlin.

Penggunaan COX yang berlebihan menghasilkan peningkatan ukuran dua kali lipat mikroskopis sel dasar karsinoma dibandingkan dengan COX pada tikus liar.

Tetapi melemahkan enzim COX-2 pada tikus secara keseluruhan dan mengurangi sel dasar tumor sekitar 75%, yang sebagian besar dikarenakan penurunan ukuran yang signifikan dibandingkaan dengan nomor.

Secara pharmakologis pembatasan COX-2 dengan celecoxib akan mengurangi mikroskopik sel dasar karsinoma sekitar 30%, terlepas dari dosis pada tikus.

Sehingga, para peneliti memulai suatu percobaan, tahap ke II pada 60 pasien dengan sindrom Gorlin. Para pasien dilakukan pengacakan mau plasebo atau oral celecoxib (200 mg dua kali sehari) selama 24 bulan.

Celecoxib mengurang sel dasar karsinoma (dengan permukaan kumulatif yang luas) dengan perkiraan pasti 30% per tahun dibandingkan dengan plasebo pada pasien dengan sindrom Gorlin yang kurang parah, seperti yang ditunjukkan kurang dari 15 tumor (50% versus 20% peningkatan per tahunnya, P = 0,024).

 

Meskipun celecoxib menghasilkan suatu pengurangan sekitar 30% yang serupa pada  pasien tumor dengan sindrom Gorlin, perbedaan ini tidak signifikan dibandingkan dengan plasebo (P = 0,069).

Pengurangan seel dasar karsinoma secara keseluruhan pada pasien juga tidak signifikan (26% berbanding 37% peningkatan per tahun, P = 0,18).

”Data ini mengawasi hasil-hasil yang bersifat  konsisten dengan data pengamatan sebelumnya yang menunjukkan suatu pengaruh sederhana dari NSAID pada sel karsinoma skuamosa dan sel dasar karsinoma," menurut para peneliti.

Para peneliti menambahkan, engaruh yang lebih besar pada pasien dengan tumor yang lebih rendah tetap dengan bukti-bukti keterlibatan stroma COX-2 pada tahap awal perkembangan sel dasar karsinoma.

Didalam editorialnya, Rudin setuju bahwa temuan ini menunjukkan suatu pengaruh yang utama pada "tingkat perkembangbiakan yang dibandingkan dengan perubahan untuk menjadi tumor ganas."

Kejadian yang kurang baik serupa dengan kelompok-kelompok dalam percobaan, dengan tanpa adanya sinyal pada kardiovaskular.

Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan suatu pendekatan obat-obatan yang secara langsung menghambat jalur hedgehog itu dapat dibenarkan, Arbiser menyimpulkan.

Terakhir diperbaharui ( Sunday, 31 January 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes