spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Kelainan Bawaan Sejak Lahir Yang Berhubungan Dengan Penyakit Diabetes Pada Ibu PDF Cetak E-mail
Thursday, 04 February 2010

ImageKelainan Bawaan Sejak Lahir Yang Berhubungan Dengan Penyakit Diabetes Pada Ibu

Jdokter//-' Sebuah penelitian menemukan, kehamilan dengan diabetes pada ibu berhubungan dengan meningkatnya risiko kelainan bawaan sejak lahir, tetapi obesitas juga tidak menutup kemungkinan. Dalam sebuah model logistic yang multivariabel, penyebab utama yang berhubungan dengan meningkatnya tingkat kelainan bawaan lahir yaitu akibat kehamilan dengan diabetes pada ibunya (OR 3,8, CI 95% 2,1-6,6), menurut Joseph R. Biggio, Jr, MD, dan rekannya dari University of Alabama di Birmingham.

"Karena hyperglycemia merupakan penyebab utama atas perkembangan malformasi, intervensi untuk mengatasi obesitas dan mengidentifikasi wanita yang beresiko diabetes dan hyperglycemia harus dipertimbangkan dalam upaya untuk mengurangi terjadinya kelainan bawaan," kata para peneliti dalam jurnal Obstetri & Ginekologi.

Obesitas pada Ibu yang hamil dapat berhubungkan dengan berbagai masalah, termasuk pre-eklampsia, gestational diabetes, kematian janin dan bayi yang baru lahir, serta trauma kelahiran, tetapi para ilmuwan tidak setuju mengenai hubungan terhadap risiko malformasi janin. Untuk membantu menyelesaikan masalah ini, Biggio dan rekannya menggunakan database kelahiran anak di universitas mereka yang berkaitan dengan sistem kesehatan yang meliputi seluruh wanita antara tahun 1991 dan 2004. Mereka membagi kelompok menjadi tiga kali periode 1991 hingga 1994, 1995 hingga 1999, dan 2000 hingga 2004, dengan total 41.902 kehamilan.

Untuk analisa utama mereka, mereka menggambarkan obesitas pada ibu sebagai dampak awal dengan melahirkan lebih besar dari 200 lb, karena pada masa sebelumnya banyak perempuan yang tidak mengetahui indeks massa tubuh (BMI). Untuk analisis sekunder mereka, mereka menggunakan BMI yang lebih besar dari 29 kg/m 2 sebagai kriteria untuk obesitas. Dalam setiap waktu, ada kenaikan berat badan pada ibu, dan nilai rata-rata BMI, serta proporsi perempuan dengan berat lebih dari 200 lb, dan proporsi dengan BMI lebih besar dari 29 kg/m 2, dan kalayakan dari kehamilan dengan diabetes (P <0.001 untuk semua ). Analisis Univariable menentukan bahwa tingkat kelainan yang utama, dimana melibatkan sistem jantung dan paru-paru,  yang juga meningkat selama jangka waktu.

Tetapi tidak ada hubungan yang independen antara kelainan bawaan dengan obesitas pada ibu, selama dalam tiga periode waktu atau selama penelitian. Walaupun tidak ada hubungan langsung yang terlihat antara malformasi bawaan dan obesitas pada ibu, para peneliti melaporkan bahwa proporsi kelainan yang dapat dikaitkan dengan obesitas meningkat dari 0% sampai 23% selama masa studi. Proporsi kelainan yang dapat dikaitkan dengan diabetes berkisar dari 58% menjadi 76%.

Selain itu, untuk wanita yang menderita obesitas dan diabetes proporsi kelainannya berkaitan dengan peningkatan diabetes yang tajam, dari 48% pada masa pertama hingga 74% pada masa ketiga. Sebaliknya, bagi populasi secara keseluruhan, populasi-yang disebabkan oleh risiko malformasi bawaan yang berkaitan dengan peningkatan obesitas mulai mendekati nol pada masa pertama menjadi 6,1% pada masa ketiga, sementara yang berhubungan dengan diabetes meningkat dari 3,3% menjadi 9,2%. Selama penelitian hampir 15-lb kenaikan berat badan ibu dan 30% peningkatan proporsi wanita yang BMI-nya melebihi 29 kg/m2.

Ada juga yang hampir dua kali lipat peningkatan yang utama dalam tingkat kelainan dan ada yang mencapai 250% peningkatan prevalensi diabetes. Para peneliti mengamati bahwa ada banyak kepentingan dalam efek obesitas pada ibu dengan cacat lahir. Meskipun dasar hubungan Pathophysiologic ini mungkin belum diidentifikasi, pada hipotesis telah meningkatkkan hormon insulin serum, kadar asam folat, hipoksia kronis, dan peningkatan mediator inflamasi.

"Penelitian kami memberikan bukti bahwa cacat kemungkinan bukan karena semata-mata pada ibu dengan obesitas-nya tetapi mungkin juga karena tidak terdiagnosanya diabetes," para peneliti mencatat. Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, hasil penelitian menyatakan bahwa upaya untuk mengurangi prevalensi kelainan bawaan harus difokuskan pada pengurangan obesitas dan mengarah ke yang  lebih dekat untuk mengoreksi hyperglycemia. "Jika euglycemia dapat dicapai sebelum kehamilan, atau setidaknya embriogenesis dan organogenesis, mayoritas kelainan ini mungkin bisa dihindari," menurut para peneliti.

 Mereka juga menyarankan untuk wanita dengan berat badan normal, tetapi dengan faktor resiko diabetes lainnya, bisa mendapatkan manfaat dengan lebih memperhatikan kontrol glisemik. Kelemahan dari penelitian ini adalah kenyataan bahwa data rinci kontrol glisemik tidak tersedia dalam database kelahiran, "dan karena itu kami tidak dapat berkomentar mengenai hubungan antara kontrol glisemik dan tingkat kelainan," kata para peneliti.

Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 09 February 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes