spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Pada Trimester Pertama UV di Prediksikan dapat meningkatkan akan Risiko Multiple Sclerosis (MS) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Monday, 24 May 2010
Image Jdokter//-'Dijelaskan bahwa sinar matahari yang  sedikit pada ibu selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko multiple sclerosis pada anaknya sebesar 50% atau lebih, menurut sebuah studi di Australia.

Periode yang kritis ini terjadi selama trimester pertama dan pada bulan kelahiran yang independen, dimana merupakan faktor risiko yang terkait dengan MS, para peneliti melaporkan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan secara online di BMJ.

Menurut data geografis, wilayah kelahiran juga dapat diprediksikan anak yang berisiko MS, Judith Staples, Australian National University di Canberra, dan rekannya mencatat.

"Menurunkan tingkat rata-rata harian dari radiasi ultraviolet selama trimester pertama diperkirakan dapat berrisiko multiple sclerosis yang lebih tinggi terlepas dari bulan kelahiran," catat mereka.

Beberapa studi terbukti telah mendukung peran radiasi ultraviolet (UV) pada patogenesis MS, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peningkatan radiasi UV, asupan vitamin D, dan serum vitamin D yang meningkat telah dikaitkan dengan risiko penurunan MS.

Tapi radiasi UV berlangsung selama hidup, termasuk pencahayaan pada ibu selama kehamilan, para peneliti mencatat dari hasil penelitian yang tidak diteliti secara cermat. Sebuah studi dari seorang yang menderita MS menunjukkan bahwa dari risiko kondisi maternal dapat dimediasi.

Dan data eksperimen pada pengembangan janin hewan telah menunjukkan beberapa asosiasi yang melibatkan vitamin D, otak dan saraf tulang belakang. Pengurangan vitamin D pada maternal telah ditunjukkan untuk mengubah neurogenesis di otak tikus.

Data penelitian pada manusia sebagian besar tetap mendalam. Sebuah studi baru-baru ini yang melibatkan genetik vitamin D yang berinteraksi dengan lokus utama yang menentukan kerentanan MS (PLoS Genet 2009; 5: e1000369). Studi lingkungan memaparkan kelahiran di belahan bumi utara yang telah menghasilkan hasil yang beragamcatat para peneliti.

Suatu analisis yang menggabungkan dari kelahiran-kelahiran di belahan bumi utara menunjukkan kelebihan dari kasus MS di antara orang yang lahir di bulan Mei dan suatu defisit dengan relatif kasus antara mereka yang lahir di bulan November. Selain itu, asosiasi itu lebih kuat di keluarga yang menderita MS, yang menunjukkan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, mungkin berkaitan dengan iklim (BMJ 2005; 330: 120).

Mereka menganalisis data dari survei pasien di tahun 1981, yang melibatkan individu yang lahir 1920-1950 di Queensland, Australia Barat, New South Wales (wilayah referensi), Australia Selatan, dan Hobart, Tasmania. Diagnosis MS dibuktikan melalui catatan rumah sakit, dokter yang merawat, masyarakat MS, dan sumber-sumber pemerintah.

Mereka menemukan variasi yang luas dalam radiasi ultraviolet pada total rata-rata harian, mulai dari 1,6 unit dosis minimum erythemal di Hobart pada bulan Juli untuk 30,4 unit di Perth, dan di Australia Barat pada bulan Januari.

Para peneliti mengidentifikasi 1.524 kasus dari MS disuatu populasi sebesar 2,5 juta.

Sesuai dengan survei di Australia yang sebelumnya, tingkat insiden MS lebih tinggi pada wanita dibandingkan pada pria (insiden tingkat rasio 2,28). Seperti yang dibandingkan dengan wilayah referensi, insiden MS rasio lebih rendah di Queensland (0,59) dan lebih tinggi untuk orang yang lahir di Tasmania (2,70).

Membandingkan kasus MS menurut bulan kelahiran, peneliti menemukan rasio tingkat kejadian bulanan berkisar antara 1,23 kali lipat menjadi 1,34 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan referensi dari Mei-Juni .

Rasio insidensi tertinggi diamati pada bulan-bulan musim panas pada awal bulan November-Desember dibanding dengan musim dingin di awal bulan Mei-Juni .

Pola kejadian tetap signifikan dalam model yang disesuaikan untuk usia, jenis kelamin, dan daerah lahir.

Tingkat harian UV menunjukkan pada waktu kelahiran atau satu sampai empat bulan sebelum kelahiran tidak memiliki hubungan dengan risiko MS.

Namun, asosiasi invers yang signifikan - berkisar antara 0,74-0,81 (P <0,01) – yang dimunculkan dari pemaparan dalam lima sampai sembilan bulan sebelum kelahiran (pertama pada awal trimester kedua).

Dengan membatasi analisis untuk trimester pertama dari kehamilan menghasilkan suatu asosiasi asosiasi kebalikan yang lebih kuat .

Setelah penyesuaian untuk radiasi UV pada trimester pertama, para penulis tidak menemukan hubungan antara periode kelahiran dan risiko MS, tapi daerah kelahiran tetap menjadi prediktor yang signifikan terhadap risiko MS.

Risiko MS bervariasi secara dekat-linear di berbagai eksposur ambient UV selama trimester pertama pada kehamilan. Menggunakan ? 25 unit dosis erythemal sebagai referensi tersebut, penulis menemukan bahwa risiko meningkat menjadi 1,54 MS untuk 20 sampai 25 unit menjadi 1,67 untuk eksposur <5 unit.

"Setelah penyesuaian untuk pemaparan ini selama awal kehamilan, tidak ada hubungan yang residu antara bulan kelahiran dan multiple sclerosis," tulis para penulis.

Terakhir diperbaharui ( Monday, 24 May 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes