spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Kombinasi Terapi Jauh Lebih Efektif ........ PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 08 March 2007

ImageJDOKTER/- laki-laki yang menderita kandung kemih terlalu aktif dan gejala sistem urin yang lamban yang menjalankan kombinasi terapi kemungkin akan lebih banyak mengalami perbaikan dari pada laki-laki yang hanya menjalani satu pengobatan saja, menurut sebuah studi terbitan JAMA tanggal 15 November, isu tema mengenai kesehatan pada laki-laki.

 

Kombinasi Terapi Jauh Lebih Efektif untuk penderita kandung kemih yang terlalu aktif

Steven A. Kaplan, M.D., dari Weill Cornel Medical College, New York, telah merepresentasikan penemuan studi saat ini dalam keterangan singkat JAMA mengenai kesehatan laki-laki di New York.

 

Kandung kemih yang terlalu aktif merupakan sindrom yang ditandai dengan keadaan yang mendesak pada urin, biasanya sering kencing pada siang dan malam hari. Sekitar 10 juta laki-laki yang berumur 40 tahun atau lebih memiliki gejala yang mirip dengan kandung kemih terlalu aktif, demikian menurut informasi tambahan dalam artikel. Gejala sistem urin rendah termasuk pingin kecing atau tidak (ragu) dan kencing terus menerus serta aliran kencing yang lambat. Sebagian laki-laki dengan gejala ini tidak cocok untuk dilakukan pengobatan dengan pengobatan biasa.

 Dr. Kaplan dan rekan mengevaluasi efektifitas dua jenis pengobatan yang telah digunakan secara luas, tolterodine extended release (ER), antimuscarinic, dan tamsulosin, antagonis resepto alpha, yang digunakan secara terpisah atau dikombinasikan pada laki-laki yang menderita kandung kemih tertalu aktif dan benign prosatic hyperplasia (pembesaran prostate). Percobaan yang dilakukan secara acak, double blind dilakukan pada 95 klinik urologi di Amerika Serikat yang melibatkan laki-laki berumur 40 atau lebih yang menderita kondisi kandung kemih dari sedang sampai mengganggu, dan catatan kandung kemih yang mencatat frekuensi urin/sering kencing  (yang melakukan urin/kecing 8 kali atau lebih selama 24 jam) dan keadaan bahaya ( setiap episode melakukan tiga kali atau lebih selama 24 jam), dengan atau tanpa tarak urin yang membahayakan. Pasien diberikan placebo secara acak (n=222), 4 mgtolterodine ER (n=217), 0.4 mg tamsuosin (n=215), atau kedua-duanya tolteradine ER ditambah tamsulosin (n=225) selama 12 minggu. Pasien direkrut antara November 2004 dan Februari 2006 dan studi diselesaikan pada Mei 2006. 

Para peneliti menemukan bahwa 80 pasien yang diberikan tolteradine ER ditambah tamsulosin tercatat mengalami perbaikan selama minggu ke 12, dibandingkan dengan 62 persen pasien yang diberikan placebo, 65 persen pasien yang diberikan toltorodine ER, atau 71 persen yang menerima tamsulosin. Kelompok yang menjalani terapi tunngal tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan persentasi pasien yang menggunakan placebo yang tercatat memperoleh manfaat dari perawatan tersebut.

 

Gejala tarak sering kencing, bahaya/genting, dan 24 jam serta sering kencing nocturnal juga mengalami perbaikan yang mencolok pada minggu 12 dalam kelompok yang diberikan toltoredine ER ditambah tamsulosin dari pada dengan placebo tetapi bukan pada kelompok tamsulosin. Dalam kelompok tolterodine, hanya pada tarak seing kencing selama 24 jam berkurang cukup mencolok pada minggu 12. The International Prostate Symptom Score dan skor persamaan bertahan mengalami perbaikan cukup mencolok pada minggu 12 diantara pasien yang diberikan tolterodine ditambah tamsulosin. Seluruh intervensi dilakukan dengan baik.

 

“Hasil studi ini menunjukkan bahwa sebagian laki-laki yang merasa terganggu dengan gejala sistem kencing lamban termasuk catatan kandung kemih yang mencatat gejala kandung kemih terlalu aktif kemungkina tidak cocok untuk dilakukan terapi tunggal baik dengan antagonis reseptor alpha atau agen antimuscarinic. Perawatan dengan toltoredine ER ditambah tamsulosin secara statistik dan klinis manghasilkan manfaat pengobatan yang cukup mencolok. Persamaannya kejadian kecil penyimpangan urin akut diamati dalam setiap kelompok pengobatan, dan tidak terdapat perbedaan yang cukup mencolok pada tingkat aliran kencing maksimum atau volumen residu setelah buang air diantara 2 kelompok tersebut,” demikian kesimpulan para penulis.

Terakhir diperbaharui ( Thursday, 08 March 2007 )
 
< Sebelumnya
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes