spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Arsenic di dalam Air Dapat Meningkatkan Risiko Kematian PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 05 August 2010
ImageJDokter\\- Pemaparan terhadap arsenik dalam air minum - bahkan pada tingkat rendah – dapat meningkatkan risiko kematian, kata para peneliti.

Dalam sebuah penelitian prospektif di Bangladesh, konsentrasi lebih dari 10 mikrogram per liter unsur beracun berkaitan dengan peningkatan risiko kematian, menurut Habibul Ahsan, MD, dari University of Chicago Medical Center, bersama rekannya.

Penelitian prospektif yang pertama pada masalah ini dilihat pada tingkat data individu – yang menemukan penurunan pada jangka pendek dalam eksposur yang hanya sedikit dapat mengubah risiko kematian, para peneliti melaporkan secara online di The Lancet.

Temuan ini memiliki implikasi penting dalam kesehatan masyarakat, kata mereka, karena arsenik adalah suatu zat pencemar yang umum dari air tanah di dunia, termasuk di Amerika Serikat, Meksiko, dan Argentina.

Di Bangladesh, masalah muncul ketika para lembaga bantuan – mengupayakan untuk mengganti sumber patogen pada air minum - sekitar 10 juta sumur pompa tangan yang dibor pada tahun 1970-an." Meskipun masalah arsenik tidak dikenal sampai tahun 1990an, Organisasi Kesehatan Dunia menyebut situasi ini merupakan " keracunan massal terbesar dalam sejarah."

"Di Bangladesh, penyakit yang berawal dari air yang telah menurun dalam dua sampai tiga dekade terakhir," kata Ahsan dalam sebuah pernyataannya. "Sayangnya, sekarang ini ada masalah baru yang mempengaruhi mereka."

Pemaparan terhadap arsenik telah diasosiasikan dengan berbagai efek kesehatan selain dari sifat-sifatnya yang terkenal sebagai racun akut, penulis mencatat, bahwa studi sebelumnya adalah retrospektif dan hanya melaporkan hasil pada tingkat kelompok.

Untuk menilai masalah di Bangladesh secara individu, para peneliti mendaftarkan 11.746 peserta, yang berusia 18-75 tahun, dari Araihazar, timur laut ibukota Dhaka. Mereka diwawancarai secara langsung pada (antara bulan Oktober tahun 2000 dan bulan Mei tahun 2002) dan secara klinis dinilai pada saat itu.

Para peneliti menindaklanjuti dalam tiga gelombang - September tahun 2002 hingga Mei tahun 2004, Juni tahun 2004 sampai Agustus tahun 2006, dan Januari tahun 2007 sampai dengan Februari tahun 2009 – dengan menggunakan teknik yang sama.

Ahsan dan rekannya juga mengukur kadar arsenik di 5.966 sumur. Sekitar 23% dari peserta mengunakan sumur yang airnya terdapat tidak lebih dari 10 mikrogram arsenik per liter (batas atas dari WHO tingkat yang aman) dan 21% lainnya mengunakan sumur yang airnya terdapat antara 10,1 dan 50 mikrogram per liter.

Mereka juga menemukan 31% yang airnya terdapat antara 50,1 dan 150 mikrogram per liter, dan 25% terdapat lebih dari 150 tetapi kurang dari 864 mikrogram per liter.

Semua mengatakan, 407 peserta meninggal selama studi dan menemukan konsentrasi arsenik di dasar air sumur, dosis arsenik per hari, dan konsentrasi total arsenik dalam urin yang terkait dengan penyebab kematian.

Secara khusus, dibandingkan dengan konsentrasi yang terdapat tidak lebih dari 10 mikrogram arsenik per liter:

·         Paparan terhadap konsentrasi dasar dari 10,1-50 mikrogram per liter menghasilkan rasio hazard multivariat yang disesuaikan terhadap kematian 1,34 (95% CI 0,99-1,82).

·         Paparan untuk 50,1-150 mikrogram per liter memberikan rasio hazard dari 1,09 (95% CI 0,81-1,47).

·         Dan paparan 150,1-864 mikrogram per liter menyebabkan rasio bahaya 1,68 (95% CI 1,26-2,23).

Pemeriksaan dosis harian dan konsentrasi urin memberi hasil yang serupa, Ahsan dan rekannya mencatat.

Ketika semua orang terpapar pada tingkat di atas batas WHO, para peneliti menulis, 21,4% dari kematian dan 23,5% dari kematian pada penyakit kronis dapat disebabkan oleh arsenik.

Angka kematian meningkat seiring waktu, apapun konsentrasi arsenik dalam air sumur, "menunjukkan efek peningkatan risiko," tulis para penulis.

Juga, mereka menulis, bahwa mengurangi eksposur setelah paparan kronis yang tinggi berdampak terhadap kecilnya resiko kematian, mungkin karena waktu tindak lanjut terlalu pendek untuk melihat suatu pengaruh.

"Pemaparan lebih lanjut terhadap arsenik untuk orang-orang yang sudah terkena perlu dikurangi segera jika memungkinkan," Ahsan berkata.

Penelitian itu diperkuat, para penulis mencatat, termasuk desain prospektifnya, ukuran besar, dan berbagai risiko arsenik, serta untuk melengkapi dilakukan tindakan lebih lanjut untuk menentukan kematian.

Di sisi lain, metode pengujian memungkinkan tidak digunakan untuk pengukuran beberapa kombinasi bentuk yang relatif tidak beracun arsenik, seperti arsenobetaine.

“Keindahan" dari penelitian ini adalah bahwa masalah ini termasuk baik pada konsentrasi rendah dan tingginya pada kurva dosis-respons, Margaret Karagas, PhD, berkata dari Dartmouth Medical School di Lebanon, NH

"Menulis dengan memberikan komentar terhadap masalah ini didalam jurnal, ia berkata: "data tersebut jarang tersedia, namun mereka bersifat penting untuk menetapkan panduan yang rasional."

Terakhir diperbaharui ( Thursday, 05 August 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes