spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Airbag menyebabkan Kehilangan Pendengaran... PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Monday, 12 March 2007

ImageJDOKTER/- JUMAT, 16 Februari (healthDay New) --- Kehilangan pendengaran permanen terjadi pada 17 persen orang yang melepaskan airbag mobil yang dijual di Amerika Serikat, demikian pernyataan dalam penelitian baru

 

Penggelembungan Airbag dapat menyebabkan Kehilangan Pendengaran Permanen: 17% studi menunjukkan adanya peningkatan resiko ini,  khususnya bila daun telinga terlipat, demikian temuan para peneliti

Dr.G. Richard Price, seorang konsultan Auditory Hazard Analysis di Charlestown, Md., menemukan mobil dengan airbag bagian depan dan belakang, memiliki airbag yang lebih besar, dan lebih bertenaga dibandingkan pada mobil yang dijual ke Eropa dan bagian lain di seluruh dunia. Mobil dengan airbag lebih kecil kemungkinan resiko ancaman kehilangan pendengaran akan lebih kecil, kata Price.

 

Dia juga menemukan bahwa hal ini bertentangan dengan keyakinan yang meluas selama ini, penumpang mobil kemungkinan akan menderita kerusakan pendengaran apabila daun telinga kemasukan suara gemuruh/terlipat.

 

Para ahli percaya bahwa apabila daun telinga menutupi maka akan lebih berbahaya bagi pendengaran, karena akan mendapatkan tekanan yang lebih besar dalam mobil. Price mengatakan bahwa dia menemukan tekanan yang lebih besar disebabkan oleh penggelembungan airbag dalam mobil dengan daun telinga tertutup yang sebenarnya untuk mencegah kerusakan telinga.

 

Peningkatan tekanan karena tertutupnya daun telinga sebenarnya menyebabkan kesalahan penempatan pada bagian tengah telinga yang mengeraskan stape yang merupakan tulang kecil diluar telinga dalam, demikian menurut Price. Pengerasan stape membatasi penyaluran energi ke telinga dalam sehingga akan mengakibatkan pendengaran mengalami kerusakan.

 

Ternyata, banyak ekperimen telah membuktikan bahwa kerusakan pendengaran berkurang pada saat kabin penumpang dikunci dengan sempurna, yang mengakibatkan tekanan tinggi ketika airbag menggelembung, kata Price.

 

Dalam sebuah presentasi yang dijadwalkan pada Jumat dalam pertemuan tahunan di Savannah, Ga., di National Hearing Conservation Association’s (NHCA), Price juga diminta membicarakan bahaya pada pendengaran yang disebabkan oleh suara bising “impulsive” yang dialami setiap hari—ledakan sekilas suara seperti memukul paku dengan palu atau bahkan suara mainan bayi.

 

Karya Price menawarkan sekilas aspek mengenai teknologi baru yang tidak terpikirkan oleh orang disekitarnya, kata Direktur Education NHCA, Brian Fligor.

 

“Kita sering kali hanya mempertimbangkan manfaat dari teknologinya saja, bukan pada kemungkinan efek samping yang akan ditimbulkan. Jenis studi ini menunjukkan peristiwa saat ini dengan bahaya yang sering terjadi pada pendengaran kita, “demikian kata Fligor dalam sebuah pernyataannya.

 

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 01 August 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes