spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Zat Antibiotik Berhubungan Dengan Peningkatan Kalium PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Saturday, 21 August 2010
 ImageJdokter\\- Diantara individu yang berusia lebih tua, yang biasa menggunakan antibiotik trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) berhubungan dengan pengembangan hiperkalemia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Hubungan tersebut tidak terikat dengan penggunaan beta-blockers, Amit Garg, MD, PhD, dari University of Western Ontario di London, dan rekannya melaporkan secara online dalam Clinical Journal dari American Society of Nephrology.

"Studi kami menunjukkan suatu yang signifikan, secara biologis masuk akal, risiko dosis-tergantung dari hiperkalemia antara pengguna dari TMP-SMX yang berusia lebih tua," catat mereka. "Dokter harus menyadari risiko ini dan mempertimbangkan pengukuran kalium serum pada pasien yang berusia lebih tua yang diobati dengan menggunakan antibiotik ini."

Penggunaan beta-blocker telah menjadi semakin umum selama dekade terakhir, dan "perannya dalam hiperkalemia melalui penghambatan adrenergik selular kalium translokasi yang bergantung pada reseptor yang secara ekstensif telah dipelajari," menurut para peneliti.

TMP-SMX juga umum digunakan, untuk 30% dari semua antibiotik yang diresepkan untuk infeksi saluran kemih. Hal ini juga berhubungan dengan hiperkalemia. Trimethoprim secara struktural berhubungan dengan kalium-sparing diuretic amilorida dan telah terbukti berguna untuk memblokir saluran natrium di nefron distal, yang mengurangi sekresi kalium.

Garg dan rekannya memberikan hipotesa bahwa coadministration TMP-SMX dan beta-blocker berhubungan dengan risiko yang lebih besar untuk hiperkalemia dibandingkan dengan obat lainnya.

Menggunakan catatan kesehatan administrasi dari Ontario tahun 1994 hingga than 2008, para peneliti mengidentifikasi sebanyak 299.749 pengguna beta-blocker yang berusia 66 tahun dan yang lebih tua.

Selama masa penelitian, 189 orang dirawat di rumah sakit untuk hiperkalemia dalam 14 hari setelah menerima salah satu dari lima antibiotik seperti- amoxicillin, TMP-SMX, ciprofloxacin, norfloxacin (Noroxin), atau nitrofurantoin.

Para pasien yang disesuikan dengan usia, jenis kelamin, riwayat penyakit ginjal kronis, dan sejarah diabetes dengan 641 pengguna beta-blocker yang tidak mengakui memiliki hiperkalemia.

Amoxicillin digunakan sebagai obat referensi karena belum terkait dengan hiperkalemia.

Dibandingkan dengan penggunaan amoxicillin, penggunaan TMP-SMX dikaitkan dengan odds yang lebih tinggi dari pasien yang dirawat inap dengan hiperkalemia (OR 5.1, CI 95% 2,8-9,4) setelah penyesuaian untuk komorbiditas, jumlah resep, status sosial ekonomi, gagal jantung kongestif, penyakit arteri koroner, pada peristiwa sebelumnya dari hiperkalemia, dan penggunaan obat yang dapat mempengaruhi konsentrasi kalium serum.

Kekuatan asosiasi itu pada yang lebih tinggi, yakni dosis double-strength pada TMP-SMX dibandingkan dengan dosis single-strength (OR 6,6 melawan 3.4).

Risiko mutlak dari rawat inap hiperkalemia adalah 6,9 per 1.000 resep untuk TMP-SMX dan 2,9 untuk amoksisilin.

Tidak ada kesempatan yang lebih besar untuk rawat inap dengan hiperkalemia pada tiga antibiotik lain.

Ketika analisa primer diulang pada kelompok pasien yang tidak menggunakan beta-blocker, TMP-SMX masih berhubungan dengan rawat inap dengan hiperkalemia (OR 5.8, CI 95% 4,7-7,3). Rasio odds tidak secara signifikan berbeda dengan yang ditemukan pada pasien yang menggunakan beta-blocker (P = 0,65).

"Hal ini menunjukkan resiko hiperkalemia yang disebabkan oleh TMP-SMX sendiri, daripada kombinasi dengan beta-blocker," catat para peneliti.

Meskipun risiko, TMP-SMX tetap merupakan suatu zat antibiotik yang berguna, kata mereka.

"Kami menyadari bahwa pentingnya TMP-SMX didalam modern antibiotic armamentarium dan tidak menyarankan untuk membatasi penggunaannya," catat mereka. "Sebaliknya, ada kemungkinan dari beberapa kasus morbiditas yang berat terkait dengan TMP-SMX yang dapat dicegah melalui tindakan sederhana seperti pengujian kalium serum."

Mereka mengakui beberapa dari keterbatasan studi, termasuk alokasi acak antibiotik, kemungkinan bahwa TMP-SMX digunakan untuk infeksi yang lebih parah, dan ketergantungan pada database administrasi dan kode diagnostik untuk menentukan hasil dari penelitian. Selain itu, informasi mengenai diet asupan kalium, menggunakan obat nonprescription, dan pemenuhan untuk pengobatan tidak tersedia.

Terakhir diperbaharui ( Saturday, 21 August 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes