spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Nilai Apgar Yang Rendah Meningkatkan Kejadian Cerebral Palsy PDF Cetak E-mail
Monday, 15 November 2010

ImageJdokter//-'Bayi yang baru lahir dengan nilai Apgar yang rendah selama lima menit setelah lahir dan kemungkinan memiliki peningkatan diagnosa menderita cerebral palsy pada usia 5 tahun, sebuah studi dari Norwegia menunjukkan.

Hubungan tersebut diamati pada timbangan kelahiran, meskipun paling kuat di antara bayi yang lahir dengan berat badan normal, Kari Lie Kveim, MD, dari Institute of Public Health di Oslo, dan rekannya melaporkan secara online pada BMJ.

"Mengingat bahwa nilai Apgar adalah ukuran vitalitas setelah kelahiran, temuan kami menunjukkan bahwa penyebab cerebral palsy terkait erat dengan faktor-faktor yang mengurangi vitalitas bayi," catat mereka.

Dalam editorial, Nigel Paneth, MD, MPH, dari Michigan State University di East Lansing, mencatat bahwa niali Apgar - yang mencakup denyut jantung, pernapasan, warna, nada otot, dan refleks marah dan menimbang sistem kardiorespirasi , juga merupakan ujian neurologis.

"Nada dan refleks marah adalah ukuran dari keutuhan sistem saraf, dan respirasi, karena itu warna, tergantung pada drive pusat untuk bernapas," tulisnya.

"Sebuah nilai Apgar yang rendah, terutama ketika kelahiran di menit pertama, itu merupakan indikator depresi sistem saraf pusat, sehingga tidak mengherankan bahwa hal itu dapat memprediksi disfungsi neurologis."

Sebuah hubungan yang mungkin antara nilai Apgar dan cerebral palsy pertama kali dijelaskan pada awal tahun 1980an, tetapi telah diperdebatkan sejak saat itu, menurut Lie dan rekannya.

Untuk mengeksplorasi masalah ini, mereka mengidentifikasi bayi lahir tunggal 543.064 pada tahun 1986-1995 di Norwegia tanpa malformasi dan yang selamat setidaknya satu tahun.

Menggunakan pencatatan-pencatatan nasional, para peneliti mengidentifikasi 988 anak-anak (1,8 dalam 1.000) yang didiagnosa menderita cerebral palsy pada usia 5 tahun sekitar 19% telah quadriplegia, 32% telah diplegia, 33% mengalami hemiplegia, dan 17% memiliki subdiagnosis lain atau kombinasi dari diagnosa.

Secara keseluruhan, bayi dengan nilai Apgar yang kurang dari 3 kemungkinan didiagnosa menderita cerebral palsy dibandingkan dengan skor maksimum 10 (10,6% dibandingkan 0,1%). Setelah penyesuaian untuk berat badan pada kelahiran bayi, nilai yang lebih rendah 53 kali lebih memungkinkan untuk memiliki cerebral palsy (OR 53.1, 95% CI 35,2-79,9).

Hubungan antara nilai Apgar yang rendah dan cerebral palsy yang paling kuat pada anak-anak dengan berat lahir normal.

Mereka dengan berat badan sedikitnya 2.500 gram (5,5 lbs), memiliki nilai Apgar kurang dari 4 adalah 125 kali lebih besar untuk menerima diagnosa cerebral palsy daripada mereka yang memiliki nilai yang lebih tinggi dari 8% (OR 124,5, 95 CI 91,1-170,1).

Hubungan ini juga bersifat signifikan - meskipun jauh lebih lemah - antara anak-anak dengan berat badan yang kurang dari 1.500 gram (3,3 lbs) pada saat kelahiran (OR 4,6, 95% CI 2,3-9,0).

Hubungan antara nilai yang rendah (kurang dari 4 berbanding lebih besar dari 8) dan cerebral palsy diterapkan ke semua tiga subkelompok utama dari spastic cerebral palsy, tetapi itu lebih kuat untuk quadriplegia (OR 136,7) daripada diplegia (OR 22,4) dan hemiplegia (OR 10.2).

Meskipun nilai Apgar rendah terkait dengan kemungkinan dari peningkatan kelumpuhan cerebral, Lie dan rekannya mencatat bahwa sekitar 90% anak-anak dengan nilai yang kurang dari 4 tidak mengembangkan kondisi neurologis, dan merupakan hasil yang menggembirakan.


Terakhir diperbaharui ( Monday, 15 November 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes