spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Protein Menjelaskan Akar dari Preeclampsia PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Thursday, 18 November 2010

ImageSebuah studi mengenai protein selama 20 tahun yang derivatif dan terlibat dalam hipertensi tidak terduga dimana menyebabkan pemahaman yang lebih jelas tentang mekanisme pada akar preeklampsia, kata para peneliti.

Protein - angiotensinogen - memiliki dua bentuk yang ada dalam plasma dengan rasio 40:60, menurut Robin Carrell, FRCP, dari Cambridge University, bersama rekannya.

Tetapi pada wanita dengan preeklamsia, rasio rata-ratanya 32:68, yang mengarah kepada hipertensi yang merupakan karakteristik dari kondisinya, dan mempengaruhi antara 2% samapi 7% dari wanita hamil, Carrell dan rekannya melaporkan secara online dalam Nature.

Temuan yang utama adalah bahwa hanya salah satu bentuk protein - yang dapat membuat hingga 60% dari total keseluruhan dan tersedia untuk dikonversi menjadi angiotensin I oleh enzim renin. Angiotensin I, pada gilirannya, akan diubah menjadi angiotensin II oleh angiotensin converting enzim, atau ACE.

Angiotensin II dikenal sebagai konstriksi arteri, dan itulah mengapa studi hipertensi telah memfokuskan pada ACE dan penghambat-penghambatnya. Tetapi "pemicu dan tingkat pembatasan langkah" dalam proses tersebut adalah pelepasan angiotensin I dari angiotensinogen, Carrell dan rekannya mencatat.

Analisa struktural angiotensinogen menunjukkan bahwa situs renin-mengikat dan tidak dapat diakses dalam bentuk pengurangan yang disebut protein yang membuat sampai 40% dari total yang beredar. Tetapi jika protein teroksidasi, mereka menemukan perubahan bentuk, yang memungkinkan akses pada renin dan pelepasan angiotensin I.

Peneliti lain telah mencatat bahwa stres oksidatif dikaitkan dengan timbulnya hipertensi episodik, Carrell dan rekannya menduga bahwa konversi oksidatif angiotensinogen melibatkan bentuk yang lebih aktif.

Kecurigaan lain "sulit untuk dikonfirmasikan," catat mereka, karena pelepasan angiotensins tampaknya mungkin terjadi pada jaringan ginjal daripada didalam plasma.

Di sisi lain, mereka mencatat, stres oksidatif yang timbul dari disfungsi plasenta adalah kejadian yang lebih terbuka dan dapat berpotensi sebagai tes untuk hipotesis.

Untuk memeriksa gagasannya, mereka mengambil contoh darah dari 24 ibu hamil, 12 dengan preeklampsia dan 12 dengan BP normal, dan mereka dianalisa dengan cara yang tidak diperlihatkan, dengan menggunakan elektroforesis dan Western blotting, untuk dua bentuk angiotensinogen.

"Meneliti rasio dari dua bentuk angiotensinogen dalam plasma dari wanita dengan preeklampsia dan wanita dengan tekanan darah normal akan menjadi tes yang sangat baik dari hipotesis dengan mekanisme ini yang dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi," co-author Fiona Broughton Pipkin, DPhil, dari University of Nottingham, di Inggris, mengatakan.

Bahkan, para peneliti mencatat, hal itu mungkin untuk mengidentifikasi delapan dari 12 perempuan dengan preeklamsi yang hanya dengan melihat hasilnya, bahkan tanpa analisa yang lebih rinci.

Tetapi Carrell dan rekannya melaporkan bahwa rasio rata-rata untuk kontrol adalah - seperti yang diharapkan - 40:60, kenyataannya berbeda(pada P = 0,04) dari 32:68 terlihat di antara para wanita preeklampsia. Kemungkinan besar perubahan lebih ditandai pada jaringan, para peneliti berpendapat.

"Kami sangat senang saat kita memecahkan kode untuk menemukan bahwa prediksi kami dilengkapi dengan hasil yang indah," kata Broughton Pipkin. "Ini merupakan pendekatan yang benar-benar baru, yang memberikan wawasan baru tentang penyelewengan pada preeklampsia."

Temuan menunjukkan bahwa terapi anti-oksidan untuk preeklampsia mungkin dikembangkan, para peneliti menyimpulkan, dan menambahkan bahwa mereka juga menyarankan cara pemantauan umtuk kemajuan dan pengelolaan atas gangguan ini.


Terakhir diperbaharui ( Thursday, 18 November 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes