spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Selenium Dapat Menurunkan Perkembangan HIV PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh fay   
Saturday, 24 March 2007

jdokter/– supplemen selenium nampak menurunkan perkembangan HIV, demikian menurut hasil sementara sebuah studi yang dilakukan disini.

 

Supplemen Selenium Dapat Menurunkan Perkembangan HIV

 Tindakan-tindakan yang harus dilakukan 

 

·         Jelaskan kepada pasien bersangkutan bahwa selenium memainkan peranan dalam sistem kekebalan tubuh/imunitas dan kekurangan vitamin sehubungan dengan buruknya fungsi imunitas.

 

      Jelaskan bahwa studi ini menunjukkan bahwa supplemen selenium dapat memperbaiki fungsi imunitas pasien yang terserang HIV.

 

Pemberian dosis selenium, placebo, percobaan double-blind yang dilakukan secara acak sangat meningkatkan level serum logam dan mencegah peningkatan bersarangnya virus HIV, demikian yang ditemukan Barry Hurwitz, Ph.D., dari University of Miami.

 

Dibandingkan mereka yang menggunakan placebo, para relawan meminum selenium juga melihat adanya kenaikan pada jumlah sel CD4 sebagai hasil dari pengontrolan virus yang dilakukan dengan baik secara langsung, demikian laporan Dr. Hurwitz dan rekan pada terbitan Archives of Internal Medicine tanggal 22 Januari.

 

“Tantangan penggunaan pharmakoterapi konvensional untuk mencapai dan menjaga serangan virus,” demikian kesimpulan para peneliti, “sebagai contoh hasil kami mendukung penggunaan selenium, yang merupakan adjunct terapi yang murah dan aman.”

 

Satu hal yang belum pasti adalah berapa lama efek tersebut akan berakhir. Dr. Hurwitz dan rekan melaporkan data dari separuh percobaan yang dilakukan selama 18 bulan dan mengatakan bahwa studi lengkap akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang lamanya efek tersebut.

 

Studi ini didasarkan pada observasi bahwa selenium nampak dapat memperbaiki fungsi imunitas dan kekurangan logam pada orang-orang yang menderita HIV, kata Dr. Hurwitz dan rekan.

 

Para peneliti mencatat 262 pasien positive HIF yang 174 telah menyelesaikan penilaian selama sembilan bulan, 83 dalam kelompok placebo dan 91 dalam kelompok selenium.

 

Mereka yang dalam kelompok selenium menerima 200 mcg/logam per hari, dengan formulasi yang menghasilkan ragi tinggi.

 

Seperti halnya terapi HIV pada umumnya, ketaatan memainkan peranan penting, kata para peneliti. Para relawan yang dalam kelompok selenium tetapi tidak mencapai level serum logam cukup mencolok kemungkinan terjadi lompatan (diputus) pengobatan sekitar 43% waktu, sedangkan yang terus dilakukan sekitar 14% waktu bagi para responder.

 

Akibatnya, “non-responder” memiliki level selenium dan respons HV mendekati kelompok placebo, kata Dr. Hurwitz dan rekan.

 

Studi itu menemukan:

 

·         Tidak terdapat efek samping yang mencolok terkait dengan penggunaan supplemen.

 

·         Konsentrasi selenium serum meningkat cukup tajam dalam kelompok yang dirawat dengan selenium tetapi tidak terdapat pada kelompok yang dirawat dengan placebo—kenaikannya 32.2 mcg/L dan 0. cukup mencolok pada P<0.001.

 

Level selenium yang lebih besar (dalam “responder”) sangat terkait dengan penurunan bersarangnya virus HIV (pada <0.02), dibandingkan dengan kontrol yang memiliki korelasi dengan kenaikan jumlah CD4 (pada P<0.04).

 ·                                 “Non-responder” terhadap selenium tidak berbeda jauh dengan kelompok placebo dalam level HIV dan jumlah CD4.

“Mekanisme yang tepat dimana selenium mengurangi efek timbulnya kembali virus HIV tidak ketahui,” kata para peneliti.

 Salah satu kemungkinannya adalah bahwa selenium—antioksidan—dapat memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sel imunitas karena jenis oksigen reaktif lebih tinggi pada orang-orang yang menderita HIV. Di pihak lain, para peneliti mengatakan bahwa logam dapat langsung bekerja pada virus HIV untuk menekan pembiakan. 
Terakhir diperbaharui ( Saturday, 24 March 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes