spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Alergi Padi Bayi Di Mulai Pada Bulan Pertama PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh gofar   
Wednesday, 17 August 2011

ImageJdokter//- Para peneliti Denmark menemukan tanda-tanda sensitivitas akan alergi di masa depan muncul di awal–awal bulan pertama kehidupannya.

Tingkat Kelahiran dengan kandungan protein-X eosinofil pada urinnya dapat diperkirakan sensitisasi alerginya, nasal eosinofilia, dan eksim selama tahun-tahun sekolah pada awal penelitian oleh Hans Bisgaard, MD, DMSc, dari University of Copenhagen, bersama rekannya.

Temuan ini menyarankan bahwa proses penyakit alergi berjalan dengan baik sebelum gejala berkembang, kelompok penelitian mencatat secara online dalam American Journal of Medicine Respiratory Critical Care.

"Biomarker memprediksi perkembangan penyakit atopik sebelum timbulnya gejala untuk pencegahan serta intervensi individual dan pengobatannya," catat mereka.

Protein-X Eosinophil dilepaskan dari eosinophil granulocytes yang diaktifkan dan telah dikaitkan dengan pre-existing sensitisasi alergi, bahaya eksim, dan asma akut dan kronis pada anak.

Penelitian ini melibatkan 369 bayi yang di uji dengan tingkat urin pada kelompok kelahiran yang lahir dari ibu penderita asma di Copenhagen Prospective Studies on Asthma in Childhood (COPSAC).

Sementara jumlah bayi yang bebas akan gejala di usia 1 bulan ketika diuji yaitu, 4% mengembangkan gejala berulang dengan paru-paru bermasalah (seperti bersin, dispnea, atau batuk) dan 27% berkembang gejala eksim pada tahun pertama mereka. Lainnya 17% dan 15% berkembang gejala-gejala di usia 6-tahun.

Peningkatan kadar eosinophil protein-X pada level urin meramalkan beberapa risiko diantaranya:

·         Sensitisasi alergi (rasio odds 1,49, 95% confidence interval 1,08-1,89)

·         Nasal eosinofilia (OR 3,2, 95% CI 1,2-8,8)

·         Eksim (rasio hazard 1,4, 95% CI 1,0-2,0)

Hubungan dengan sensitisasi alergi ada pada besaran yang sama pada seluruh jenis sensitisasi, meskipun dengan signifikansi tingkat statistik hanya untuk sensitisasi terhadap makanan (P = 0,01).

Gejala alergi rhinitis cenderung lebih umum pada usia 6 bulan ketika tingkat protein-X eosinophil telah muncul pada neonatal (OR 1,6, 95% CI 0,7-3,8).

Darah eosinofilia pada usia 6 bulan adalah 3,2 kali lipat yang cenderung dengan peningkatan eosinofil protein-X pada umur 1 bulan (P = 0,02), meskipun tidak dianggap pada semua titik usia (P = 0,18).

Asma pada usia 7 bukan tidak menunjukkan hubungan dengan tingkat urin pada neonatal (OR 1,0, P = 0,99), juga tidak ada gejala paru-paru dari setiap durasi atau onset sampai usia 6 bulan yang berkorelasi dengan tanda-tandanya.

Lain dengan tingkat urin leukotriene-C4/D4/E4 (sebuah ukuran tubuh cysteinyl yang di produksi leukotrien) dan 11-beta-prostaglandin F2-alpha-(sebuah tanda sel mast yang aktif) dan tidak terkait dengan salah satu fenotipe atopik.

Mereka mencatat bahwa mekanisme di balik gejala pra-aktivasi eosinofil tidak jelas, dan memperingatkan bahwa penelitian mereka hanya termasuk pada bayi berisiko tinggi akan atopi karena sejarah ibu mereka, yang dapat membatasi generalisasi.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes