spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Lahir Prematur Mempunyai Risiko Kematian Yang Lebih Tinggi Disaat Ia Dewasa PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh gofar   
Friday, 04 November 2011

ImageJdokter//- Orang dewasa yang lahir prematur mempunyai dua kali lebih besar akan risiko kematian bahkan cenderung meningkat, menurut sebuah analisis di Swedia.

Bahaya kematian terkait dengan prematuritas muncul pada anak usia dini, dan menghilang setelah usia 5 tahun, dan kemudian muncul kembali pada usia 18 tahun.

Pada orang dewasa, bahaya kematian menurun dengan meningkatnya usia kehamilan, mulai dari 0,94 per 1.000 orang/tahun pada kehamilan 22-27 minggu untuk 0,46 per 1.000 orang-tahun pada usia kehamilan 37-42 minggu, para peneliti melaporkan dalam jurnal JAMA.

"Sesuai pengetahuan kita, ini adalah studi pertama untuk melaporkan kontribusi spesifik dari usia kehamilan saat lahir dengan kematian di usia dewasa," catat Casey Crump, MD, PhD, dari Universitas Stanford, bersama rekannya dalam diskusinya.

"Temuan ini menggarisbawahi perlunya strategi yang lebih efektif untuk mencegah kelahiran prematur, pemahaman yang lebih baik dari jalur kausal, dan kesadaran yang meningkat dari rencana kesehatan jangka panjang melalui program kehidupan," tambah mereka.

Gejala perkiraan awal kelahiran prematur (<37 minggu) telah didokumentasikan dengan baik. Namun Kurang dipahami, bagaimanapun, tentang hasil jangka panjang, termasuk saat dewasa nanti.

Secara klinis dari hasil jangka panjang telah meningkat dengan prevalensi kelahiran prematur di Amerika Serikat, yang saat ini melebihi 12%, menurut data informasi. Tingkat prematuritas adalah sama dengan yang terlihat di Afrika dan sebagian Asia, tetapi secara substansial lebih tinggi daripada di Eropa, yang memiliki tingkat negara dari 5% sampai 9%.

Beberapa studi telah meneliti hubungan antara berat badan saat lahir yang rendah dan risiko kematian orang dewasa, tetapi tidak ada yang dinilai dengan kontribusi dari usia kehamilan terhadap kematian di usia dewasa.

"Pengaruhnya relatif dari usia kehamilan dan pertumbuhan janin dimana sangat penting untuk menguraikan karena mereka memiliki mekanisme dengan dasar yang berbeda yang mungkin memerlukan intervensi pencegahan yang berbeda," para peneliti mencatat.

Setelah pengecualian dari kematian yang terjadi selama tahun pertama kehidupan, dengan analisis terdiri 674.820 orang, di antaranya 27.979 (4,1%) lahir prematur. Dan total 226 (0,03%) kelahiran di usia 22-27 minggu, 5.163 (0,8%) pada usia 28-33 minggu, dan 22.590 (3,3%) pada usia 34-36 minggu.

Sebanyak 20,8 juta orang/tahun masa penelitian, 7.095 kematian terjadi antara individu-individu dengan usia 1 sampai 36 tahun. Kematian secara keseluruhan adalah 0,33 per 1.000 orang/tahun pada anak usia dini, masa kanak-kanak akhir 0,15 (6 sampai 12 tahun), 0,25 pada remaja (13 sampai 17 tahun), dan 0,47 pada masa dewasa muda (18 ke 36 tahun).

Di antara individu yang berisiko dalam setiap kelompok usia, usia kehamilan saat lahir mempunyai:

·         Hubungan terbalik dengan tingkat kematian untuk setiap minggu tambahan kehamilan pada anak usia dini (0,92, 95% CI 0,89-0,94, P <0,001)

·         Tidak ada hubungan di masa kanak-kanak akhir (0,99, 95% CI 0.9o5 sampai 1,03) atau remaja (0,99, 95% CI 0,95-1,03)

·         Munculnya kembali hubungan terbalik di usia dewasa (0,96, 95% CI 0,94-0,97, P <0,001)

Penyesuaian untuk setiap atau semua kovariat tidak secara signifikan mengubah hasil tersebut, kata para peneliti.

Bahkan kelahiran prematur akhir (34-36 minggu) dikaitkan dengan peningkatan kematian dibandingkan dengan usia lahir yang penuh pada anak usia dini (0,53 vs 0,32 per 1.000 orang/tahun) dan dewasa muda (0,65 vs 0,46).

Analisis penyebab kematian secara spesifik menunjukkan bahwa usia kehamilan memiliki hubungan terbalik dengan anomali kongenital terkuat pada anak usia dini. Pada usia dewasa muda, hubungan invers terkuat yang terlibat kematian terkait dengan anomali kongenital, gangguan pernapasan, dan gangguan endokrin.

Pengecualian individu dengan anomali kongenital atau yang meninggal akibat terkena cedera hasilnya hanya pada anak usia dini. Pengecualian dari anomali kongenital sedikit dilemahkan, yang tetap signifikan sesuai statistik. Pengecualian dari kematian terkait cedera memperkuat hubungan antara usia kehamilan pada saat kelahiran dan kematian.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes