spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Dengan Tes Urine Dapat Memprediksi Adanya Luka Pada Ginjal Bagi Para Pasien Sepsis PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh gofar   
Wednesday, 16 May 2012

ImageJdokter//- WASHINGTON – Kata para peneliti, sebuah tes urine yang sederhana dan murah tampaknya dapat memprediksi pasien sepsis apakah terdapat Acute Kidney Injury (AKI).

Pasien yang ditemukan memiliki de novo proteinuria dipstick memiliki risiko jauh lebih tinggi akan AKI (P = 0,001), Javier Neyra, MD, dari Henry Ford Hospital di Detroit, bersama rekannya melaporkan pada pertemuan National Kidney Foundation.

"Tes urine ini murah, bahkan bnyak tersedia, dan memiliki nilai prediktif untuk mengetahui adanya cedera ginjal akut pada penderita sepsis," kata Neyra.

Sekitar 30% pasien penderita sepsis berat mengalami AKI, dan sebagian besar (87%) memiliki mikroalbuminuria. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara tingkat mikroalbuminuria dan tingkat keparahan AKI serta kematian, tetapi menggunakan albuminuria sebagai prediktor AKI belum diuji, kata Neyra menjelaskan.

Dokter melihat kreatinin serum, tapi patofisiologi sepsis dapat mengubah produksi kreatinin, yang dapat menunda diagnosis. Jadi para peneliti mencari biomarker lain untuk memberikan diagnosis yang lebih tepat waktu akan AKI sebelum mengalami kerusakan besar.

Karena intensivists dan dokter emergency menggunakan tes dipstik proteinuria sebagai bagian rutin dari pendaftaran, Neyra dan rekannya menilai 328 pasien sepsis, dirawat pada fasilitas mereka antara Januari 2004 dan Juli 2011, yang tidak memiliki sejarah protein dalam urin.

Mereka menemukan bahwa 64% dari pasien mengalami peningkatan kreatinin serum di atas 0,3 mg/dL dalam 72 jam pertama.

Di antara pasien ini, timbulnya proteinuria dipstick baru ditemukan pada 54%, yang dibuat untuk nilai prediksi positif 75% (P <0,001). Ditemukan juga pada 55% pasien yang mengalami AKI, dengan nilai prediksi positif 60% (P = 0,002).

Dalam analisis regresi multivariabel yang dikendalikan terhadap usia, jenis kelamin, ras, komorbiditas, status hemodinamik, dan faktor lainnya, Neyra dan rekannya menemukan bahwa dipstick proteinuria saat masuk adalah sebagai prediktor signifikan dari AKI (OR 2,3, 95% CI 1,4-3,8, P = 0,001).

Neyra mengatakan bahwa biomarker prediksi lainnya, seperti NGAL atau KIM-1, juga sedang diselidiki dalam sepsis dan AKI, tetapi biomarker baru akan jauh lebih mahal untuk mengujinya dari proteinuria dipstick rutin.

Namun, ia mengingatkan bahwa studi lebih lanjut diperlukan" untuk sepenuhnya menjelaskan pentingnya onset baru akan proteinuria dipstick pada AKI."

Lynda Szczech, MD, presiden dari NKF, mengatakan bahwa proteinuria dipstick "memungkinkan adanya penyedia layanan untuk intervensi dini dan mencegah (AKI) dari perkembangan. Mengingat peningkatan risiko penyakit ginjal kronis di kemudian hari setelah mengalami AKI, ini sangat signifikan."

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 16 May 2012 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes