spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Ibu Yang Bekerja Dapat Memperlambat Perkembangan Janin PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh gofar   
Monday, 23 July 2012

ImageJdokter//- Berdiri dalam jangka waktu yang lama dan bekerja berjam-jam selama kehamilan memiliki efek negatif yang kecil pada perkembangan janin.

Dalam analisis longitudinal, perempuan yang kadang-kadang atau sering berdiri dalam waktu yang lama pada pekerjaannya kemungkinan melahirkan bayi dengan Lingkar kepala yang lebih kecil (P <0,05) bila dibandingkan dengan bayi dari ibu yang tidak bekerja dalam waktu yang lama, menurut Alex Burdorf, PhD, dari Departemen kesehatan publik Erasmus University Medical Center di Rotterdam, Belanda, bersama rekannya.

Selain itu, perempuan hamil yang bekerja 25 jam seminggu atau lebih kemungkinan dapat melahirkan bayi dengan lingkar kepala lebih kecil dan berat yang lebih rendah (P <0,05) dibandingkan dengan ibu yang bekerja dalam seminggu kurang dari 25 jam, para peneliti melaporkan secara online dalam Occupational dan Environmental Medicine.

Perbedaan relatif kecil, namun, dengan penurunan lingkar kepala sekitar 1 cm (kurang dari setengah inci) dan berat lahir 148-198 gram (5 sampai 7 ons).

"Studi ini tidak mrnginformasikan secara konkret daftar pada pengurangan yang diperlukan dalam durasi dan tingkat tuntutan pekerjaan, yang menghambat nasihat ini," catat Burdorf dan rekannya. "Hasil studi ini perlu dikonfirmasi dengan penelitian masa depan."

Beberapa kekhawatiran telah dikemukakan bahwa hal tertentu yang berhubungan dengan faktor pekerjaan seperti jam kerja yang panjang, berdiri terlalu lama, ketegangan psikologis pekerja, dan tuntutan fisik bisa memiliki efek negatif pada hasil kelahirannya, tapi masih belum jelas bagaimana beban kerja ibu hamil harus ditangani.

Untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor pekerjaan, pertumbuhan janin, dan hasil kelahiran, para peneliti melihat data dari studi Generasi R, sebuah kelompok studi yang prospektif dalam pelacakan peserta dari lahir sampai anak-anak.

Analisis ini melibatkan 4.680 ibu hamil (usia rata-rata 31 minggu) yang melahirkan antara April 2002 dan Januari 2006, dengan mengisi kuesioner tentang kondisi kerja di sekitar usia 30 minggu kehamilan, telah membayar pekerjaannya, dan menyampaikan perkembangan setelah kelahiran tunggalnya.

Pertumbuhan janin dipantau berulang kali sepanjang kehamilan dengan menggunakan ultrasound.

Secara keseluruhan, 4,3% bayi lahir dengan berat lahir rendah (kurang dari 2.500 gram atau 5,5 pon), 4,3% lahir kecil untuk usia kehamilan mereka, dan 4,9% lahir prematur (sebelum 37 minggu kehamilan).

Tidak ada asosiasi yang konsisten antara kerja yang menuntut fisik atau jam kerja yang panjang dan salah satu dari tiga hasil kelahiran yang merugikan setelah penyesuaian multivariat. Para pembaur utama adalah usia ibu, berat badan sebelum hamil, tinggi pada intake, paritas, etnis, merokok, dan penggunaan asam folat.

Ada, bagaimanapun, hubungan antara kondisi kerja tertentu dan ukuran pertumbuhan janin.

Dalam analisis, wanita yang memiliki jangka waktu berdiri pada pekerjaannya selama trimester ketiga mereka menunjukkan lingkar kepala janin berkurang sekitar 30 minggu kehamilan dengan pengurangan 0,80 mm (95% CI 0,14-1,46) untuk mereka yang sesekali berdiri dalam yang lama dan 0,72 mm (95% CI 0,01-1,43) untuk yang sering berdiri terlalu lama.

Jam kerja yang panjang tidak terkait dengan pertumbuhan janin pada penampang analisis.

Namun dalam analisis longitudinal, dibandingkan dengan perempuan yang bekerja kurang dari 25 jam dalam seminggu, mereka yang bekerja minimal 25 jam seminggu menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah untuk berat badan dan lingkar kepala janin.

"Namun, kita harus mencatat bahwa fraksi populasi disebabkan dari kategori tertentu dari fisik yang menuntut kerja sangat rendah, dan efek dari pertumbuhan janin yang halus sejak efek ini tidak tercermin dalam hasil kelahiran yang merugikan," catat para peneliti.

Mereka mengakui beberapa keterbatasan dalam studi ini, termasuk fakta bahwa ibu dari etnis minoritas dan dengan status sosial ekonomi rendah lebih mungkin untuk menolak partisipasi dalam studi ini dan bahwa perempuan dengan pekerjaan yang dibayar umumnya memiliki hasil kehamilan yang lebih baik daripada wanita tanpa pekerjaan.

Selain itu, studi ini tidak mencakup informasi tentang stres psikososial atau kelelahan umum dan tidak memperhitungkan kegiatan fisik yang menuntut lain di luar pekerjaan yang dibayar.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
 
simple boy
download joomla cms download joomla themes